HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Perjalanan menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2029 memang masih cukup panjang.
Namun, bagi H. Sofian, membangun kota tidak harus menunggu masa kampanye dimulai.
Pengusaha nasional yang juga Direktur Utama PT Saumata Teknosains Global itu memilih memperkenalkan gagasan lebih awal tentang seperti apa Makassar yang ia impikan.
Pria kelahiran 1984 tersebut menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Wali Kota Makassar periode 2029–2034.
Baginya, kepemimpinan bukan sekadar menghadirkan program, tetapi menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Berbekal pengalaman memimpin perusahaan yang bergerak di bidang implementasi teknologi, H. Sofian membawa visi menjadikan Makassar sebagai kota modern yang mengandalkan data dalam setiap proses pengambilan keputusan. Menurutnya, tata kelola pemerintahan harus berjalan lebih efektif, transparan, dan terukur.
Ia mengusung tagline “Membaca Masalah dengan Data, Menetapkan Solusi dengan Target, Mengukur Hasil dengan Nyata.”
Tagline tersebut, kata dia, menjadi filosofi bahwa setiap persoalan kota harus diselesaikan berdasarkan fakta, bukan sekadar asumsi.
“Setiap kebijakan harus lahir dari data yang akurat, memiliki target yang jelas, dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu cita-cita besar yang dibawanya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar secara signifikan. Ia meyakini kota ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara profesional dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi.
Menurutnya, peningkatan PAD tidak harus dilakukan dengan menambah beban masyarakat. Sebaliknya, pemerintah harus mampu menggali potensi ekonomi baru, memperkuat investasi, mendorong digitalisasi pelayanan publik, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
“Makassar memiliki potensi luar biasa. Dengan tata kelola yang profesional dan pemanfaatan teknologi, PAD Kota Makassar dapat ditingkatkan berlipat-lipat tanpa membebani masyarakat. Potensi ekonomi harus dioptimalkan agar mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga,” katanya.
Lebih jauh, H. Sofian menawarkan lima arah perubahan yang menjadi fondasi pembangunan Makassar ke depan. Mulai dari memperluas lapangan kerja dan mendorong lahirnya wirausaha baru, mempercepat transformasi digital layanan publik, membangun kota yang bersih dan ramah lingkungan, memperkuat ketahanan menghadapi persoalan perkotaan, hingga mempersiapkan generasi muda melalui pendidikan, keterampilan, dan penguasaan teknologi.
Ia menilai ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan tidak terletak pada banyaknya program yang diluncurkan, melainkan sejauh mana program tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Karena itu, setiap kebijakan harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dievaluasi secara berkala.
Bagi H. Sofian, Makassar memiliki modal besar untuk menjadi kota metropolitan yang semakin kompetitif di tingkat nasional.
Dengan posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, ia optimistis kota ini mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.
Semangat itulah yang kemudian dirangkumnya dalam slogan “Makassar Maju, Bersama Kita Bisa.” Melalui semangat kolaborasi, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergandengan tangan membangun kota yang lebih maju, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya.
Meski kontestasi Pilwalkot 2029 masih beberapa tahun lagi, H. Sofian berharap gagasan yang ia bawa dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka ruang diskusi mengenai masa depan Makassar yang lebih modern, berbasis data, dan berorientasi pada hasil nyata. (wis)





