Terjebak 9 Jam di Dasar Sungai Batanghari, Penumpang Angkutan Travel Ditemukan Tewas

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAMBI, KOMPAS — Sebuah angkutan travel jurusan Padang-Jambi mengalami kecelakaan dan tercebur ke dalam aliran Sungai Batanghari di Desa Benteng Rendah, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Senin (27/7/2026) pagi. Satu penumpang terjebak hampir 9 jam dalam kendaraan yang tenggelam di dasar sungai. Dia akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas

Insiden naas itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Angkutan travel Ratu Intan berpenumpang tiga orang berangkat dari Padang menuju Jambi sejak Minggu (26/7) malam. Sewaktu melintas di wilayah Mersam, pengemudi angkutan diperkirakan dalam kondisi kelelahan dan mengantuk sehingga tiba-tiba kehilangan kendali atas kendaraannya. Mobil itu pun meluncur masuk ke dalam Sungai Batanghari.

Dua orang berhasil selamat dari musibah tersebut, yakni pengemudi travel bernama Egi (47) dan satu penumpang bernama Danil (48). Keduanya cepat-cepat keluar dengan membuka pintu mobil sewaktu kendaraan mulai tenggelam.

Namun, satu orang penumpang lainnya masih terjebak di dalam kendaraan yang dengan cepat tenggelam masuk ke dasar sungai sedalam 10 meter itu. Penumpang tersebut bernama Evi, warga Thehok, Kota Jambi.  

Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Jambi, Adah Sudarsa, mengatakan, pihaknya memperoleh informasi kecelakaan itu dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari. Kantor SAR Jambi pun langsung merespons cepat laporan dengan mengerahkan tim. “Tim beranggotakan enam orang personel langsung bergerak menuju lokasi kejadian,” katanya.

Tak hanya tim SAR, operasi pencarian korban yang tenggelam ke sungai dilakukan bersama tim BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat. Mengetahui kondisi korban yang diduga masih terjebak dalam kendaraan di dasar sungai, tim membekali diri dengan sejumlah peralatan evakuasi air dan penyelaman, peralatan water rescue, peralatan medis, serta alat komunikasi.

Awalnya tim berupaya mengangkat mobil dengan peralatan seadanya, yakni dengan alat dompeng warga setempat. Selain itu, ada petugas yang melakukan penyelaman untuk memastikan titik lokasi kendaraan di dasar sungai.

Baca JugaTiga Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas di Palka Tongkang Sungai Batanghari

Petugas sempat kesulitan mengevakuasi korban karena kondisi kendaraan sudah berada di dasar sungai. Oleh karena itu, petugas akhirnya mengerahkan alat berat dan berhasil mengangkat kendaraan tersebut. Korban pun akhirnya juga bisa ditemukan.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Jambi Riswan mengatakan, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tewas. ”Korban lalu dibawa ke puskesmas terdekat,” katanya.

Kecelakaan air di Sungai Batanghari yang berakibat hilangnya nyawa kerap terjadi. Insiden sebelumnya terjadi di Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, pada Kamis (16/7/2026).

Dalam peristiwa itu, seorang anak berusia 7 tahun awalnya dilaporkan hilang terseret arus pada siang hari. Tim SAR akhirnya berhasil menemukan korban, tetapi sudah dalam kondisi tewas. 

Baca JugaCuaca Ekstrem Kembali Melanda Sejumlah Wilayah

Korban semula diketahui tengah mandi dan berenang di Sungai Batanghari bersama teman-teman sebayanya. Diduga karena mengalami kelelahan saat berada di air, korban tidak mampu melawan kuatnya arus sungai.

“Korban akhirnya tenggelam dan dinyatakan hilang. Tim SAR lalu segera ke lokasi dan akhirnya berhasil menemukan korban meski sudah kondisi meninggal,” kata Komandan Pos SAR Bungo, M Andri.

Prakirawan cuaca BMKG Diah dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan, cuaca berawan hingga berawan tebal berpotensi terjadi merata di sejumlah daerah, termasuk Jambi. Di Sumatera, kondisi berawan menyebar mulai dari Aceh hingga Lampung. Di Jawa, wilayah Serang, Jakarta, Bandung, dan Semarang juga dalam kondisi berawan.

"Selain itu, kondisi serupa, seperti potensi berawan hingga berawan tebal, juga terjadi di Kota Kupang, Makassar, Sorong, Manokwari, Kota Jayapura, dan Kota Merauke," katanya.

Diah juga mengingatkan adanya potensi hujan disertai petir di Tanjung Selor, serta hujan ringan di sejumlah kota seperti Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kendari, Mamuju, Palu, Ambon, dan Jayawijaya.

Kecelakaan air di Sungai Batanghari yang berakibat hilangnya nyawa kerap terjadi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unhas Tetapkan Tim Penasihat Bisnis PT Haldin Metavisi Akademika, Berikut Nama-namanya
• 2 jam laluterkini.id
thumb
Mimpi Juara Dunia Dimulai dari Pertamina Mandalika Racing Series, Ini Bukti Nyatanya
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Geng Motor Diduga Terlibat di Kasus Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur dengan Tangan Terborgol
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Makanan yang Wajib Dikonsumsi saat Menstruasi agar Tubuh Tetap Nyaman Selama Haid
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Yakin Pasar Indonesia Menjanjikan, Changan Siapkan 15 Model Baru
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.