HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar kegiatan meet and greet bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah, sekaligus memperkuat edukasi dan literasi keuangan syariah bagi nasabah prioritas.
Kegiatan yang berlangsung di The Icon Beach Lounge and Cafe, Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Senin, 27 Juli 2026, turut menjadi ajang silaturahmi pasca pelaksanaan ibadah haji 2026. Sebanyak 50 nasabah prioritas BSI hadir dalam kegiatan tersebut.
RCEO BSI Region Makassar, Sukma Dwie Priardi yang dalam hal ini diwakili oleh Tengku Chandra Husnadi selaku Deputy Funding menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih BSI sebagai mitra keuangan.
Menurutnya, kepercayaan nasabah merupakan amanah yang terus dijaga melalui peningkatan kualitas layanan serta menghadirkan berbagai solusi keuangan berbasis syariah.
“Terima kasih kepada para nasabah atas kepercayaan kepada kami Bank Syariah Indonesia (BSI). Tentunya kepercayaan ini adalah amanah yang terus kami jaga dengan baik, dengan meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan solusi-solusi keuangan di Bank Syariah Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Ustaz Abdul Somad yang telah meluangkan waktu untuk memberikan tausiah dan berbagi ilmu kepada para nasabah BSI.
“Mudah-mudahan majelis ini menjadi wasilah bertambahnya ilmu dan tentunya rasa keimanan kita. Semoga kita semua diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan memiliki komitmen yang sama untuk membangun nilai ekonomi syariah khususnya di Sulawesi Selatan,” katanya.
Sementara itu, Ustaz Abdul Somad dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat sebagai fondasi dalam penguatan BSI.
UAS mengungkapkan, dirinya telah lama mempercayakan layanan perbankan syariah kepada BSI. Bahkan sejak kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan di Mesir, Maroko, dan Sudan, dirinya bersama yayasan yang dikelolanya telah menggunakan layanan BSI.
Menurut UAS, saat ini berbagai unsur pendukung untuk memperkuat perkembangan ekonomi syariah telah tersedia, mulai dari unsur pendidikan, tokoh agama, penyedia perjalanan umrah, hingga kegiatan sosial dan dukungan political will dari pemangku kebijakan.
“Jadi tidak ada lagi alasan. Semua unsur sudah ada. Unsur kampus independen ada, unsur imam masjid ada, unsur travel perjalanan umrah ada, unsur filantropi pelaku sosial ada,” ujarnya.
Ia juga mengajak jajaran BSI untuk tetap optimistis dalam menjalankan amanah membangun ekonomi syariah.
“Jadi, tidak usah khawatir. La tahaf jangan takut, wa la tahzan jangan cemas, innallaha ma’ana. Allah bersama kita,” tutur UAS.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara BSI, nasabah, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. (uca)





