Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan pemanfaatan kanal perpesanan instan ChannelBMKG sebagai instrumen strategis untuk memperkuat literasi masyarakat serta mitigasi risiko bencana.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto di Jakarta, Senin, mengatakan kanal digital tersebut dirancang untuk memangkas jeda waktu penyampaian potensi bahaya dinamika cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami, langsung ke masyarakat.
"Inovasi ini bertujuan memastikan peringatan dini cuaca, iklim, hingga gempa bumi, tidak hanya cepat tetapi juga presisi dan dapat diakses publik secara luas," kata Guswanto.
Baca juga: BMKG luncurkan kanal digital Agro-Weather guna topang ketahanan pangan
Dia menjelaskan percepatan arus informasi resmi sangat vital dalam upaya mitigasi guna meminimalkan potensi dampak korban jiwa serta kerugian material akibat bencana.
Bahkan melalui surat permohonan resmi, BMKG menggandeng jajaran pemimpin redaksi media nasional untuk mengintegrasikan pembaruan data BMKG ke dalam ruang redaksi secara real-time.
Kanal ChannelBMKG yang memanfaatkan jejaring pesan instan WhatsApp (WA) ini dinilai menyajikan data analitis harian, termasuk peta persebaran potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperbarui secara berkala.
Baca juga: BMKG resmikan Radar Cuaca S-Band Cilacap pertama di Indonesia
Publik dalam hal ini bisa mengakses kanal tersebut melalui https://whatsapp.com/channel/0029Va7gIOyBKfi4aw2cYy24.
Menurut dia, langkah penyebaran informasi berbasis teknologi populer ini diharapkan mampu mengikis potensi kesimpangsiuran berita atau hoaks terkait kebencanaan di tengah masyarakat.
"Upaya digitalisasi mitigasi ini menjadi bagian dari komitmen BMKG dalam membangun budaya masyarakat yang tanggap dan sigap terhadap perubahan cuaca ekstrem di seluruh kawasan Indonesia," kata Guswanto.
Baca juga: Wakil Ketua MPR ingatkan prediksi BMKG harus jadi acuan mitigasi
Sekretaris Utama BMKG Guswanto di Jakarta, Senin, mengatakan kanal digital tersebut dirancang untuk memangkas jeda waktu penyampaian potensi bahaya dinamika cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami, langsung ke masyarakat.
"Inovasi ini bertujuan memastikan peringatan dini cuaca, iklim, hingga gempa bumi, tidak hanya cepat tetapi juga presisi dan dapat diakses publik secara luas," kata Guswanto.
Baca juga: BMKG luncurkan kanal digital Agro-Weather guna topang ketahanan pangan
Dia menjelaskan percepatan arus informasi resmi sangat vital dalam upaya mitigasi guna meminimalkan potensi dampak korban jiwa serta kerugian material akibat bencana.
Bahkan melalui surat permohonan resmi, BMKG menggandeng jajaran pemimpin redaksi media nasional untuk mengintegrasikan pembaruan data BMKG ke dalam ruang redaksi secara real-time.
Kanal ChannelBMKG yang memanfaatkan jejaring pesan instan WhatsApp (WA) ini dinilai menyajikan data analitis harian, termasuk peta persebaran potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperbarui secara berkala.
Baca juga: BMKG resmikan Radar Cuaca S-Band Cilacap pertama di Indonesia
Publik dalam hal ini bisa mengakses kanal tersebut melalui https://whatsapp.com/channel/0029Va7gIOyBKfi4aw2cYy24.
Menurut dia, langkah penyebaran informasi berbasis teknologi populer ini diharapkan mampu mengikis potensi kesimpangsiuran berita atau hoaks terkait kebencanaan di tengah masyarakat.
"Upaya digitalisasi mitigasi ini menjadi bagian dari komitmen BMKG dalam membangun budaya masyarakat yang tanggap dan sigap terhadap perubahan cuaca ekstrem di seluruh kawasan Indonesia," kata Guswanto.
Baca juga: Wakil Ketua MPR ingatkan prediksi BMKG harus jadi acuan mitigasi





