Ayah dan Bayi Dua Tahun Tewas Dibunuh di Palu, Polisi Buru Seorang Terduga Pelaku

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS - Satu keluarga di Palu, Sulawesi Tengah, dibunuh di kediaman mereka. Dua orang tewas, termasuk seorang bayi berumur dua tahun, dan seorang kritis. Polisi kejar satu orang terduga pelaku pembunuhan sadis ini.

“Saat ini kami masih mengejar terduga pelaku. Dugaannya ada satu orang pelaku,” kata Kasat Reskrim Polresta Palu Ajun Komisaris Ismail, dihubungi dari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (27/7/2026).

Pada Minggu (26/7/2026) jelang tengah malam, satu keluarga di Kota Palu, tepatnya di Kelurahan Duyu, Palu Barat, mengalami kekerasan dan pembunuhan. Satu keluarga yang terdiri dari tiga orang, yaitu suami, istri, dan bayi mereka menjadi korban.

Sang suami yang berumur 32 tahun ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. Bayi keluarga ini yang berumur dua tahun juga ditemukan dalam kondisi tewas. Sementara itu, istri korban yang berumur 23 tahun dalam kondisi kritis. Korban saat ini dirawat di RS Bhayangkara.

Menurut Ismail, pihaknya belum dapat mengungkap kronologi kejadian secara lengkap. Sebab, saat ini masih mengejar terduga pelaku. Selain itu, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa, dan mendengar kesaksian sejumlah pihak yang berada di lokasi kejadian.

“Kami berupaya agar pelaku segera ditangkap. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan,” ujarnya.

Baca JugaMalu Terlilit Utang, Nyawa Istri dan Anak Melayang

Berdasarkan video yang beredar, korban selamat menuturkan, ia melihat dengan jelas pelaku yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Ia bahkan sempat menanyakan maksud pelaku yang ada di dalam kediaman.

Namun, pelaku yang membawa dua pisau besar lalu mendatangi, memegang, dan menusuk korban membabi buta. Ia tersungkur jatuh dengan kondisi terluka parah. Beberapa saat setelahnya, tetangga korban datang dan memberi pertolongan.

Kejadian pembunuhan sadis terus terjadi di banyak daerah. Analisis Kompas mengungkap, dari 1.349 pelaku yang terlibat dalam 1.013 pembunuhan selama 2022–2024, sebanyak 1.322 orang atau 98 persen adalah laki-laki. Pola relasi antara pelaku dan korban bervariasi, tergantung motif pembunuhan.

Temuan fakta ini adalah hasil analisis 1.113 berkas putusan perkara pembunuhan pengadilan tingkat pertama pada 2022–2024. Seluruh kasus yang dianalisis melibatkan 1.013 nama korban dan 1.349 pelaku.

Baca JugaPembunuhan Sadis di Banggai Terkait Warisan

Penguasaan harta korban adalah satu-satunya motif di mana pelaku dan korban umumnya tidak saling mengenal. Dalam motif ini, sebanyak 46,8 persen kasus pembunuhannya melibatkan pelaku dan korban yang tidak saling mengenal.

Dari hasil analisis, kategori relasi yang tidak begitu ”dekat”, seperti tetangga, teman main, rekan kerja, dan sekadar kenal ternyata tercatat sebagai pelaku pembunuhan yang paling banyak. Kategori ini menyumbang 44,4 persen atau 450 dari 1.013 pembunuhan yang dianalisis.

Selain itu, pembunuhan di Indonesia lebih banyak terjadi pada malam hari, antara pukul 18.00 dan pukul 05.00, dibandingkan ketika hari masih terang. Hasil analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas, sebanyak 620 kasus di antaranya (61,2 persen) terjadi pada malam hari, pukul 18.00 hingga sebelum pukul 06.00. Hanya 38,8 persen atau 393 pembunuhan terjadi pada siang hari. Analisis dilakukan terhadap 1.013 kasus pembunuhan yang perkaranya telah diputus pengadilan tingkat pertama pada 2022-2024.

Semakin malam semakin banyak pembunuhan terjadi. Periode tiga jam paling berbahaya dalam sehari antara pukul 23.00 dan pukul 02.00. Selain banyak terjadi di malam hari, karakteristik lain kasus-kasus pembunuhan di Indonesia adalah mayoritas menggunakan senjata tajam (Kompas, 22 Juli 2024).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kader Muda PAN Apresiasi Komitmen Prabowo Terhadap Pembangunan Berkelanjutan
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Saatnya Berhenti Membeli Pakaian yang Hanya “Oke” di Awal
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Wisata Air Panas Gunung Kelud Bakal Dibuka Lagi, Pemkab Kediri Siapkan Jalur Aman untuk Wisatawan
• 33 menit laluberitajatim.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 33 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Indonesia-Norwegia Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Energi, dan Akuakultur
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.