Band legendaris Karimata dan Krakatau bakal kembali berbagi panggung dalam Jazz Goes to Campus (JGTC) The City Series Vol. 2 yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 31 Juli 2026.
Momen ini menjadi spesial karena kedua grup jazz fusion tersebut terakhir kali tampil bersama sekitar empat dekade lalu.
Drummer Krakatau, Gilang Ramadhan, mengenang masa ketika Karimata dan Krakatau sama-sama sedang berada di puncak popularitas. Ia bahkan mengungkapkan, saking seringnya tampil dalam satu acara, mereka sampai harus menentukan urutan tampil lewat lempar koin.
“Pada tahun 1987 kami tampil bersama di Surabaya. Sampai kami waktu tampil pun siapa yang duluan, siapa yang belakangan, itu sampai lempar koin,” kata Gilang dalam konferensi pers JGTC The City Series Vol. 2 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/7).
Setelah momen itu, Karimata dan Krakatau memang masih kerap berada di festival yang sama. Namun, keduanya belum pernah lagi benar-benar berbagi panggung dalam satu pertunjukan.
“Sesudah itu bertahun-tahun, puluhan tahun, kami selalu bertanya, ‘Kapan kita tampil bersama-sama lagi?’ Jawabannya selalu, ‘Good idea, good idea’. Tapi when-nya enggak pernah tahu,” ujarnya.
Oleh karena itu, Gilang mengaku antusias akhirnya bisa kembali dipertemukan dengan Karimata lewat JGTC The City Series.
“Alhamdulillah tanggal 31 Juli ini kami akan tampil bersama Karimata. Exciting. Banyak juga yang sudah bertanya kapan kami tampil lagi. Saya yakin penggemar Karimata dan Krakatau masih cukup banyak,” tuturnya.
Hal senada disampaikan kibordis Krakatau, Dwiki Dharmawan. Menurutnya, konser ini bukan sekadar ajang nostalgia bagi penonton lama, tetapi juga kesempatan memperkenalkan musik kedua band kepada generasi baru.
“Kalau penonton seangkatan kita mungkin ingin bernostalgia. Tapi saya berharap Gen Z menemukan musik yang baru buat mereka. Intinya, Krakatau dengan Karimata itu seperti saudara, soulmate,” kata Dwiki.
Selain Karimata dan Krakatau, konser tersebut juga akan menghadirkan Harvey Malaiholo, Lydia Noorsaid, dan Ricky Basuki sebagai penampil spesial.
Angkat Jazz Fusion dan Musik BetawiPendiri JGTC, Candra Darusman, menjelaskan JGTC The City Series menjadi bagian dari rangkaian menuju 50 tahun Jazz Goes to Campus pada 2027 yang juga bertepatan dengan perayaan 500 tahun Kota Jakarta.
Berbeda dari seri pertama yang menampilkan format big band, seri kedua akan mengangkat warna jazz fusion yang sempat berkembang pesat pada era 1980-an.
Tak hanya itu, konser ini juga akan menyisipkan unsur musik Betawi sebagai bentuk penghormatan terhadap Jakarta.
“Satu bocoran yang mungkin bisa kami sampaikan, kami akan mencoba menampilkan unsur Betawi tanggal 31 Juli nanti. Bagaimana bentuknya? Datanglah tanggal 31 Juli,” ujar Candra.
Ia menambahkan, JGTC The City Series juga memiliki misi mengenalkan beragam wajah musik jazz kepada generasi muda.
“Jazz itu enggak hanya satu tipe, tapi banyak spesiesnya. Mudah-mudahan dengan kita menampilkan berbagai macam spesies jazz, anak muda bisa lebih mengenal dan mengapresiasi berbagai jenis jazz yang ada,” pungkasnya.





