Pemerintah Perkuat Tata Kelola Dana Lingkungan Hidup melalui BPDLH

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah memperkuat tata kelola dana lingkungan hidup melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan mempercepat investasi hijau di Indonesia.

Penguatan tersebut ditandai dengan rapat perdana Komite Pengarah BPDLH yang digelar pada 22 Juli 2026 di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Agenda itu merupakan tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 77 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup.

Melalui aturan baru tersebut, posisi Ketua Komite Pengarah BPDLH beralih dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan. Perubahan juga mencakup penyesuaian susunan Dewan Pengawas BPDLH sebagai bagian dari penyesuaian tugas dan fungsi kementerian pada Kabinet Merah Putih.

Pemerintah menilai perubahan tersebut akan memperkuat tata kelola BPDLH melalui penguatan arah kebijakan dalam pelaksanaan pengelolaan dana lingkungan hidup.

Dana lingkungan hidup menjadi instrumen untuk menjembatani upaya pelestarian lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi hijau melalui kegiatan usaha dan investasi berkelanjutan. Dalam menjalankan mandat tersebut, BPDLH mengelola dana secara akuntabel, kredibel, dan transparan dengan melibatkan kementerian dan lembaga sebagai regulator maupun pelaksana program.

Pendanaan tersebut mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari kehutanan, lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral, pertanian, kelautan dan perikanan, pemerintah daerah, hingga sektor prioritas lainnya.


 

Baca Juga :

Edukasi Ekosistem Laut Dukung Upaya Menjaga Keanekaragaman Hayati
  BPDLH telah jalankan 21 proyek
Sejak berdiri pada 2019, BPDLH telah mengelola 21 proyek, dengan delapan proyek di antaranya telah selesai.

BPDLH juga memiliki lima program tematik yang meliputi Forestry and Other Land Use (FOLU), energi bersih, ekonomi sirkular, kesehatan, air dan ketahanan pangan, serta ketahanan iklim dan bencana. Seluruh program tersebut diselaraskan dengan agenda strategis nasional untuk mendorong investasi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto mengatakan lembaganya memiliki mandat menyalurkan dana lingkungan hidup kepada individu maupun kelompok agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

"BPDLH diberi mandat sebagai penyalur dana lingkungan hidup. Kami menyalurkan pendanaan dari hulu ke hilir untuk individu maupun kelompok agar manfaatnya dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Seperti sektor AFOLU yang mencakup banyak bidang keberlanjutan, dukungan yang disalurkan diharapkan mampu menciptakan dampak, memperkuat aksi kolektif, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurut Joko, pelaksanaan proyek dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi non-profit, kelompok masyarakat, pelaku usaha, akademisi, pegiat lingkungan, hingga masyarakat hukum adat.

 

Baca Juga :

Hotline Penanganan Sampah Segera Hadir di Mataram
  Perkuat perdagangan karbon
Pemerintah juga mengembangkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur nasional perdagangan karbon.

Keberadaan SRUK diharapkan mampu memperluas pemanfaatan dana lingkungan hidup melalui pasar karbon sekaligus meningkatkan peluang masuknya pendanaan lingkungan ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Komite Pengarah BPDLH Zulkifli Hasan berharap rapat perdana tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

"Saya berharap momentum rapat perdana ini menjadi awal penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar BPDLH semakin berperan sebagai instrumen pembiayaan pembangunan hijau yang memberi dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia," ujar Zulkifli.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rayakan Hari Anak Nasional, Drama Musikal "Meraih Mimpi" Ajak Anak Berani Wujudkan Mimpi
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Update Perang Timteng: AS Setop Serangan, Iran Kembali Nego Damai?
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PGEO Kantongi Fasilitas Pinjaman USD75 Juta dari Bank Mizuho untuk Pengembangan Proyek Panas Bumi
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Kronologi Minibus Tabrak Motor Tewaskan Ayah-Anak di Cilegon, Sopir Diduga Ngantuk
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Dari Paradigma Kemenangan Menuju Paradigma Koeksistensi
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.