Pernyataan Prabowo Dinilai Ciptakan Permusuhan dengan Wartawan dan LSM

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai Presiden Prabowo Subianto berulang kali melontarkan pernyataan provokatif dan permusuhan terhadap wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Fernando menanggapi ucapan Prabowo pada saat Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa yang menyebut wartawan, pengamat, dan LSM yang sering mengkritik kebijakannya sebagai Londo Ireng atau pengkhianat.

BACA JUGA: Hasto PDIP Harap Pemerintah Tuntaskan Kasus Kudatuli, Singgung Pengadilan Koneksitas

Prabowo juga pernah melontarkan pernyataan yang dinilai kurang pantas seperti ndasmu dan bajingan dalam berbagai kesempatan sebelumnya.

"Pernyataan tersebut semakin menunjukkan bahwa Prabowo anti terhadap kritik yang diberikan terhadap pemerintahannya serta membuat permusuhan terhadap wartawan, pengamat dan LSM," ujar Fernando dalam keterangannya, Senin (27/7).

BACA JUGA: Peringati 30 Tahun Kudatuli, PDIP Gelar Refleksi dan Hening Cipta untuk Korban

"Hal ini semakin menunjukkan kualitas demokrasi di Indonesia dan terjadinya kemunduran pada pemerintahan Prabowo Subianto," tegasnya.

"Seharusnya Prabowo Subianto sadar bahwa pernyataannya tersebut berpotensi memecah-belah anak bangsa dan saling curiga antara satu dengan yang lain," kata Fernando.

BACA JUGA: PDIP Peringati 30 Tahun Kudatuli dengan Teater Sejarah, Air Mata Hasto Tumpah

Ia menilai bahwa pernyataan tersebut mungkin saja sengaja dilontarkan oleh Prabowo karena sadar bahwa sampai saat ini pondasi kepemimpinannya masih rapuh dan belum kuat sehingga begitu mengandalkan TNI.

"Akibatnya terlalu banyak melibatkan TNI di ranah sipil termasuk menempatkan para purnawirawan TNI pada jabatan pemerintahan dan BUMN," ungkapnya.

Fernando menambahkan bahwa hampir dua tahun kepemimpinannya, Prabowo belum berhasil dan tuntas melakukan konsolidasi politik terhadap semua lembaga negara dan kelompok masyarakat untuk mendapatkan dukungan secara penuh.

"Walaupun sebagian partai politik berkoalisi dalam pemerintahannya, namun masih belum sepenuh hati karena para pimpinannya lincah seperti kancil yang masih mencari peluang lain untuk kepentingan pilpres 2029," jelasnya.

"Pernyataan Prabowo beberapa kali membuat musuh-musuh baru terhadap pemerintahannya sehingga sangat tidak menunjukkan sebagai pemimpin yang mengedepankan sikap negarawan, merangkul semua kalangan termasuk kelompok yang berseberangan dengan pemerintahannya," pungkas Fernando.

"Saya semakin ragu bahwa pemerintahan Prabowo akan bertahan sampai 2029 dengan melihat caranya menggunakan kekuasaan dan memimpin Indonesia termasuk kinerja para pembantunya," tutupnya. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelar RedTalks, PDIP Jatim Buka Ruang Dialog Kritis Bagi Anak Muda


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ungkapan Syukur Saat Dapat Baju Baru, Amalkan Doa ini Agar Pakaian Membawa Berkah
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Megawati: Akar Rumput Diinjak dan Dibunuh, Suatu Saat Pasti Akan Kembali Timbul
• 25 menit lalukumparan.com
thumb
Kejagung Terbitkan Sprindik Kasus TPPU Eks Jampidsus, Hotman Mundur Jadi Pengacara
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
[FULL] Analisis Peneliti AMEC soal Iran Ancam Balas Kematian Tiap Warga Sipil dengan Tentara AS
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Truk Diduga Rem Blong Masuk Jalur Berlawan di Gempol, Tiga Orang Meninggal
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.