Eceng Gondok Disulap Jadi Media Jamur Merang, Buka Peluang Pendapatan Warga Bandung Barat

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT - Eceng gondok yang kerap dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh subur di perairan Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat akhirnya mulai terurai menjadi produk bernilai ekonomi yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Langkah untuk mengurai eceng gondok menjadi sebuah karya yang bernilai ekonomi mulai digagas PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Saguling bersama Pemkab Bandung Barat dan Dansektor 4 Citarum Harum dengan memberikan pelatihan budidaya jamur merang berbahan eceng gondok yang dirangkaikan dengan penanaman pohon di Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Senin (27/7/2026).

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Eceng gondok yang selama ini menjadi persoalan di Waduk Saguling dimanfaatkan sebagai bahan media tanam sehingga memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru bagi warga," kata Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar.

Dalam pelatihan itu, warga diperkenalkan secara langsung tahapan budidaya jamur merang menggunakan eceng gondok sebagai salah satu bahan media tanam. Peserta mendapatkan pengetahuan mulai dari pengolahan bahan, pembuatan media tanam, penanaman bibit, pemeliharaan hingga proses panen.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Doni menyebutkan, pemanfaatan eceng gondok menjadi media tanam jamur merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong konsep ekonomi sirkular. Dengan pendekatan tersebut, eceng gondok yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan setelah diangkat dari perairan kini dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang produktif dan memiliki peluang ekonomi.

"Inovasi pemanfaatan eceng gondok menjadi media tanam maupun produk lainnya merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan ekonomi sirkular, memberdayakan masyarakat, serta menjaga kelestarian Waduk Saguling secara berkelanjutan," ujar dia.

Adanya pelatihan ini diharapkan tidak sekadar menjadi solusi untuk mengurangi volume eceng gondok yang diangkat dari Waduk Saguling demi menjaga kelancaran operasional pembangkit, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

"Pemanfaatan eceng gondok menjadi media tanam maupun produk lainnya merupakan langkah yang sangat positif. Eceng gondok tidak hanya diangkat dari waduk untuk mengurangi penyebarannya, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Pelatihan mengubah eceng gondok Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat menjadi produk bernilai ekonomi yang diinisiasi PLN UBP Saguling berkolaborasi dengan Pemkab Bandung Barat Dansektor 4 Citarum Harum. - (istimewa)

Dansektor Citarum Harum Sektor 4, Kolonel Arh. Tri Adrijanto Santoso, mengatakan pemanfaatan eceng gondok sebagai media tanam maupun produk lainnya merupakan langkah positif yang dapat memperkuat upaya penanganan tanaman air tersebut di Waduk Saguling.

"Saya sangat mendukung. Menurut saya, pemanfaatan eceng gondok menjadi media tanam maupun produk lainnya merupakan langkah yang sangat positif," ujar Tri.

Menurutnya, inisiatif yang didukung PLN Indonesia Power UBP Saguling tersebut relevan dengan kegiatan pembersihan eceng gondok yang saat ini dilakukan. Dengan adanya pemanfaatan tersebut, eceng gondok yang telah diangkat dari waduk tidak berhenti sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memberikan nilai tambah sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Eceng gondok tidak hanya diangkat dari waduk untuk mengurangi penyebarannya, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Tri menilai pendekatan tersebut menjadi solusi yang lebih berkelanjutan karena menggabungkan penanganan persoalan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. "Pendekatan ini menjadi solusi yang lebih berkelanjutan karena mampu mengintegrasikan upaya pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 15 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 618, Hari Ini Senin 27 Juli 2026: Salvatore Mulai Dekati Raisa, Mohan Berusaha Menahan Cemburu
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Misteri Kematian Sutrimo dan Penemuan Bantal Hijau di Mordent Aesthetic Clinic
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Mentan Masih Tunggu Arahan Prabowo soal Kekosongan Kursi Wamen
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenang Peristiwa Kudatuli: Konflik PDI, Penangkapan Budiman Sudjatmiko, dan Hilangnya Wiji Thukul
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.