Satgas PRR Ungkap 94% Jalan Daerah di Aceh Telah Berfungsi

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mendorong percepatan pemulihan konektivitas di Aceh. Salah satu fokus penanganan berada pada jalur yang menghubungkan kawasan Lokop, Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

Perbaikan jalan dan jembatan di jalur tersebut terus dikebut agar mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, akses pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan secara normal. Sejumlah segmen jalan yang sempat kembali rusak akibat banjir susulan kini telah dapat dilalui kendaraan roda empat.

Progres lapangan tersebut sejalan dengan pemulihan infrastruktur jalan di seluruh Aceh. Berdasarkan laporan harian Posko Nasional Satgas PRR per 26 Juli 2026, seluruh 46 jalan nasional yang terdampak telah kembali fungsional.

Untuk jalan daerah, sebanyak 1.543 dari total 1.638 jalan terdampak telah berfungsi atau mencapai sekitar 94,20 persen. Sementara itu, 95 jalan daerah lainnya masih menjadi fokus penanganan agar konektivitas masyarakat dapat segera pulih secara menyeluruh.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi menegaskan penanganan dampak bencana dilaksanakan secara maksimal dan terbuka kepada publik. Perkembangan pekerjaan di lapangan terus dipantau melalui laporan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun.

Sebagai bagian dari pemantauan tersebut, Sekretaris Daerah Aceh menugaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, Mawardi, meninjau langsung progres perbaikan jalan dan jembatan di kawasan Lokop. Hasil peninjauan juga didokumentasikan secara audiovisual untuk memastikan perkembangan pekerjaan dapat dilaporkan secara terukur.

Dalam laporan lapangan pada 18 Juli 2026, Mawardi menyampaikan pembangunan Jembatan Bailey terus dipercepat dan ditargetkan dapat mulai difungsikan pada pekan tersebut. Jembatan hasil kolaborasi Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda itu menjadi titik pertama dari tiga jembatan yang ditangani di jalur Aceh Timur-Gayo Lues.

"Kami sudah berada di lokasi sejak awal Juli 2026 setelah sebelumnya melakukan survei pada Maret. Perbaikan terus kami percepat agar konektivitas masyarakat segera pulih," ujar Mawardi dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).

Selain pembangunan jembatan, alat berat terus dioperasikan untuk menangani ruas jalan yang rusak dan membersihkan material akibat banjir susulan. Penanganan diarahkan tidak sekadar membuka kembali akses, tetapi juga menghadirkan konektivitas yang lebih aman dan mendukung kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

"Seiring dengan pemulihan infrastruktur, Satgas PRR juga memprioritaskan rehabilitasi lahan, penyediaan hunian bagi warga terdampak, dan pemulihan sektor ekonomi agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan produktif," tutupnya.




(prf/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons BCA (BBCA) soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menpar bangga JFC kenalkan budaya bangsa ke kancah internasional
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Pemain Juventus Francisco Conceição Jadi Target Alternatif Liverpool Jika Gagal Dapat Barcola
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Kapal Dagang Iran Diduga Diserang Ukraina di Laut Kaspia, Teheran Ancam Balasan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Potret Dahsyat Kebakaran Spanyol Meluas, Hutan Diselimuti Asap Hitam
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.