Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 10,65 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,78 pada perdagangan Senin sore di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.
Indeks LQ45 turut ditutup turun 2,23 poin atau 0,36 persen ke posisi 612,56.
Sentimen Global dan Domestik Mewarnai Pergerakan IHSGAssociate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, "Sentimen terangkat oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) menghentikan serangan terhadap Iran pada akhir pekan, dan Iran mengatakan bahwa mereka telah menghentikan serangan balasan terhadap sekutu AS di kawasan itu."
Ia menjelaskan meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong penurunan harga minyak mentah global.
Penurunan harga minyak tersebut meredakan kekhawatiran terhadap pasokan energi sekaligus mengurangi tekanan inflasi.
Pada pekan ini, pelaku pasar akan mencermati hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28–29 Juli 2026 yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.
Pelaku pasar juga akan memperhatikan arah kebijakan Bank of Japan (BoJ), Bank of England (BoE), data inflasi PCE Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal II 2026, serta data durable goods orders.
Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada rapat Politbiro China dan rilis data PMI manufaktur China.
National Bureau of Statistics (NBS) China melaporkan laba industri masih tumbuh 18,7 persen, meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 18,8 persen.
Pada akhir pekan, Presiden China Xi Jinping bersama para pembuat kebijakan utama lainnya diperkirakan akan menjelaskan prioritas kebijakan untuk paruh kedua tahun 2026.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga bersikap wait and see terhadap kepastian penetapan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang definitif.
Kondisi tersebut menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.
Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti telah ditetapkan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pergantian kepemimpinan tersebut dinilai sebagai langkah menjaga kepercayaan pasar terhadap keberlangsungan tugas Bank Indonesia sekaligus meredam volatilitas pasar keuangan domestik.
Meski demikian, Nico menyebut pelaku pasar masih mengkhawatirkan ketidakpastian arah kebijakan moneter, independensi Bank Indonesia, serta stabilitas nilai tukar rupiah.
Pergerakan Sektor dan Aktivitas PerdaganganIHSG dibuka melemah pada awal perdagangan dan bertahan di zona negatif hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor industri yang menguat 0,72 persen dan sektor teknologi yang naik 0,33 persen.
Sementara itu, sektor infrastruktur mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,29 persen, diikuti sektor properti yang turun 0,75 persen dan sektor energi yang melemah 0,66 persen.
Saham DMMX, BAJA, ZONE, TAMA, dan MCAS menjadi emiten dengan penguatan harga terbesar.
Sebaliknya, saham KDTN, ARKO, MLPT, OMRE, dan OILS masuk dalam daftar saham dengan pelemahan terbesar.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.790.000 kali transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 26,00 miliar lembar saham.
Nilai transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp12,12 triliun.
Sebanyak 318 saham menguat, 360 saham melemah, dan 287 saham tidak mengalami perubahan harga.
Mayoritas bursa saham regional Asia ditutup menguat dengan Indeks Nikkei naik 0,66 persen ke level 65.038,00, Indeks Shanghai menguat 1,15 persen ke level 3.858,25, Indeks Hang Seng naik 0,98 persen ke level 25.207,18, Indeks Kospi bertambah 0,97 persen ke level 6.755,75, serta Indeks Strait Times menguat 0,55 persen ke level 5.619,20.




