Misi Besar PBTI, Indonesia Tak Lagi Sekadar Jadi Peserta tapi Tuan Rumah Event Dunia

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Indonesia kembali mendapat kepercayaan menggelar ajang olahraga bertaraf dunia. Sebanyak 478 atlet dari 36 negara dipastikan ambil bagian dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang akan berlangsung di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, pada 1-5 Agustus 2026.

Kejuaraan ini bukan turnamen biasa. Berstatus World Taekwondo (WT) Grade G2, setiap kemenangan akan menghasilkan poin ranking dunia yang menjadi bekal penting bagi para atlet untuk menembus ajang bergengsi seperti Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade.

Baca Juga :
Indonesia Jadi Tuan Rumah Turnamen Taekwondo Bergengsi Dunia, 32 Negara Siap Bertarung di Jakarta
Hajar Lawan dari Berbagai Negara, Tim Taekwondo Garbha Presisi Juara Umum di Jepang

Bagi Indonesia, kejuaraan ini juga menjadi momentum penting untuk menghadirkan atmosfer kompetisi internasional di depan publik sendiri. Selama ini, atlet nasional harus terbang ke berbagai negara untuk menghadapi lawan-lawan kelas dunia. Kini, tantangan itu justru datang ke Jakarta.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen Richard Tampubolon, menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan berlevel G2 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat peningkatan prestasi taekwondo Indonesia.

Menurut Richard, atlet tidak cukup hanya menjalani latihan intensif. Mereka juga membutuhkan jam terbang menghadapi lawan terbaik dunia agar mampu meningkatkan kualitas teknik sekaligus membangun mental juara.

"Kami ingin Indonesia tidak hanya menjadi peserta dalam kompetisi internasional, tetapi juga menjadi pusat penyelenggaraan kejuaraan dunia yang berkualitas. Atlet tidak cukup hanya berlatih. Mereka membutuhkan lawan-lawan terbaik dunia untuk menguji kemampuan, membangun mental juara, dan meningkatkan kualitas pertandingan. Karena itu kami menghadirkan kejuaraan ini di Indonesia agar atlet-atlet kita merasakan atmosfer dunia di rumah sendiri," kata Richard.

Ia menilai, menghadirkan kejuaraan internasional ke Tanah Air merupakan investasi jangka panjang bagi pembinaan olahraga nasional.

Menurutnya, semakin sering atlet Indonesia menghadapi lawan kelas dunia, semakin besar peluang mereka berkembang sebelum tampil di ajang multi event seperti SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade.

Tak tanggung-tanggung, kejuaraan kali ini akan diikuti atlet-atlet dari Asia, Eropa, Afrika, Amerika hingga Oseania. Negara peserta antara lain Korea Selatan, Jepang, China, Kazakhstan, India, Australia, Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Rusia, Ukraina, Turki, Peru, Chile, Maroko, hingga Rwanda.

Baca Juga :
PON Bela Diri Kudus 2025: Jatim Berjaya di Gulat, DKI Tak Terbendung di Judo
PON Bela Diri Kudus 2025 Resmi Dibuka, Jadi Bukti Industri Olahraga Indonesia di Daerah Juga Bergerak
Ribuan Atlet Panaskan Open Internasional Taekwondo Championship 2025, Gerakkan Ekonomi Rp35 Miliar di Yogyakarta

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalani Debut Bersama Persib di Piala Presiden 2026, Bek Muda Asal Tulehu Ikhwan Tanamal Bangga
• 11 jam lalubola.com
thumb
Target 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih oleh Kemen KKP Jadi Langkah Besar Ekonomi Biru Prabowo
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Inspirasi Velvet Manicure untuk Musim Panas
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Perkuat ketahanan pangan, Kowani luncurkan Festival Panen Raya
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Port FC Taklukkan PSMS Medan 2-0 pada Laga Perdana Grup B Piala Presiden 2026
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.