PURWAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi periksa 15 saksi dalam kasus tewasnya Sumarna, satpam yang tewas tenggelam dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Namun, polisi belum menetapkan tersangka maupun menangkap terduga pelaku.
15 saksi yang diperiksa, di antaranya orang terdekat korban hingga orang-orang yang sempat berkomunikasi dengan korban. Hasil autopsi dan ponsel korban juga dianalisis.
Namun, polisi belum menangkap terduga pelaku maupun menetapkan tersangka.
Dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan fakta baru bahwa korban memiliki masalah keuangan atau utang piutang.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendatangi Mapolres Purwakarta untuk memberikan dukungan terhadap kepolisian dalam pengungkapan kasus dugaan pembunuhan satpam yang ditemukan tewas di Danau Jatiluhur dengan tangan terborgol.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga meminta pengelola Danau Jatiluhur untuk meningkatkan sistem keamanan di objek vital nasional Waduk Jatiluhur dan lainnya.
Sebelumnya, seorang satpam yang berjaga malam di objek vital Bendungan Jatiluhur, Purwakarta ditemukan tewas tenggelam dengan kondisi tangan terborgol.
Sebelum ditemukan tewas, korban diduga sempat menegur sekelompok pemuda yang hendak melakukan aksi vandalisme di area waduk.
Korban kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 03.00 Jumat (24/7/2026) dini hari.
Rekan korban bersama kepala satpam kemudian mencari di sejumlah titik di kawasan waduk. Korban baru ditemukan pada Jumat (24/7/2026) siang.
Baca Juga: [FULL] Kriminolog Analisis Kasus Satpam Tewas Terborgol di Purwakarta, Mengapa Belum Ada Tersangka?
#satpamtewas #purwakarta #dedimulyadi
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- satpam tewas
- satpam tewas terborgol
- purwakarta
- dedi mulyadi
- gubernur jabar





