Kisah Pahit Penjaga Pelintasan Bulak Kapal Bekasi, Dimaki hingga Ditabrak Pengendara Nekat

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Berdiri di tengah rel kereta api sambil meniup peluit dan mengatur arus kendaraan menjadi rutinitas yang dijalani para penjaga pelintasan swadaya di Pelintasan Sebidang Bulak Kapal, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Di balik tugas tersebut, mereka harus menghadapi berbagai risiko, mulai dari dimaki pengendara hingga pernah tertabrak kendaraan saat sedang bertugas.

"Pernah dimaki-maki sama pengendara. Katanya 'awas gua mau lewat'. Pernah juga ditabrak pengendara yang maksa menerobos. Padahal semua yang kami lakukan semata-mata demi keselamatan pengguna jalan," ujar salah satu penjaga pelintasan, Alfian (21), saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Job Fair Depok Digelar 4-5 Agustus 2026 di Detos, Tersedia Lebih dari 1.000 Loker

Menurut dia, masih banyak pengguna jalan yang memaksa melintas meski telah diperingatkan untuk berhenti karena kereta akan datang.

KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Alfian (21) penjaga pelintasan kereta api sebidang Bulak Kapal di Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengaku mengalami sejumlah tantangan saat bertugas mengatur pengendara yang melintas. Senin (27/7/2026).
"Banyak pengendara yang susah diatur. Sudah diarahkan agar berada di sisi kiri, tetapi tetap mengambil jalur kanan atau berhenti di tengah rel," kata Alfian.

Ia mengaku pelanggaran tersebut hampir terjadi setiap hari, terutama ketika arus lalu lintas sedang padat.

"Jumlahnya enggak terhitung," ujarnya.

Meski menghadapi berbagai risiko tersebut, Alfian mengatakan dirinya bersama lima rekannya tetap menjalankan tugas mengatur lalu lintas selama 24 jam secara bergantian.

Dalam bertugas, mereka tidak mengandalkan jadwal perjalanan kereta, melainkan terus memantau kondisi jalur dan sinyal agar dapat menutup pelintasan tepat waktu.

"Kami enggak menghafal jadwal kereta, tetapi selalu memperhatikan kondisi jalur dan sinyal. Kalau siang kami melihat kondisi lintasan, sedangkan malam hari terbantu dengan lampu sinyal," ujarnya.

Baca juga: Polda Metro Sebut Kasat Narkoba Tangsel Tak Terlibat Peredaran Etomidate oleh 2 Anggotanya

Menurut Alfian, kecelakaan yang terjadi di pelintasan Bulak Kapal sebagian besar dipicu oleh pengendara yang memaksa melintas meski telah diperingatkan.

Hal serupa disampaikan Luki (39), penjaga pelintasan yang telah lima tahun bertugas di Bulak Kapal.

Selama menjaga pelintasan, ia mengaku masih sering menghadapi pengendara yang tidak sabar menunggu kereta melintas. Padahal, menurut dia, seluruh tindakan petugas dilakukan demi melindungi keselamatan pengguna jalan.

"Mereka juga sering menganggap kereta masih jauh, padahal diberhentiin juga buat keselamatan sendiri," kata Luki.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mengatakan sebagian pengendara tetap memaksa melintas meski palang manual sudah ditutup.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Kekhawatiran Sejarah Hilang, Lahirlah Buku yang Menyelamatkan Jejak Aksera
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Geger Nelayan Cirebon Temukan Harta Karun Rp 720 Miliar Saat Mancing
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, KemenHAM: Tegakkan Hukum!
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Jelang Piala AFF 2026, PSSI Berharap Lautan Merah Putih Penuhi Pakansari saat Timnas Indonesia Hadapi Kamboja
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.