Menjelang Muktamar NU, Juni Tamsil Sebut Ratusan PCNU Indonesia Timur Bersepakat Dukung Kiai Marsudi Syuhud

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Menjelang gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pada Agustus mendatang, konsolidasi dukungan untuk calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengkristal dari wilayah Indonesia Timur.

Ratusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah (PWNU) di kawasan timur Indonesia dikabarkan telah sepakat mengerucutkan dukungan kepada satu nama, yakni KH Marsudi Syuhud.

BACA JUGA: Menkeu Purbaya Bertemu Gus Yahya Menjelang Muktamar NU, Bahas Apa?

Ketua 1 PCNU Kota Tual, Drs. Juni Tamsil Kilwo mengungkapkan dinamika dan hiruk-pikuk di tingkat elite PBNU saat ini memerlukan figur pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata serta menjaga independensi organisasi.

"Dari tahun ke tahun, dari muktamar ke muktamar, selalu ada hal yang baik dan ada yang kurang baik. Di tengah hiruk-pikuk elite PBNU saat ini, harapan kami ke depan adalah menampilkan figur yang lebih bagus dan amanah," ujar Juni Tamsil Kilwo.

BACA JUGA: Kalau Diminta, Kiai Zulfa Mustofa Siap Maju di Muktamar NU

Juni menjelaskan gerakan penyatuan suara ini melibatkan kekuatan masif dari PWNU dan PCNU di berbagai provinsi di wilayah timur, meliputi Sulawesi (6 provinsi), Maluku (2 provinsi), hingga Papua (6 provinsi).

Secara keseluruhan, kekuatan yang terbangun di kawasan ini mencakup sekitar 10 PWNU dan 11 PCNU lokal, serta total lebih dari 203 PCNU di seluruh Indonesia Timur.

BACA JUGA: Dukungan Gus Gudfan Untuk Maju Sebagai Caketum PBNU Terus Bermunculan

"Kami sudah berkomunikasi dan sepakat menyatukan suara untuk Kiai Marsudi Syuhud. Komunikasi terus berjalan intensif dan pada saatnya nanti deklarasi dukungan resmi akan disampaikan secara terbuka," tegasnya.

Rekam Jejak dan Harapan NU Mandiri

Juni menjelaskan alasan di balik dukungan tersebut.

Dia menilai KH Marsudi Syuhud memiliki kualifikasi yang sangat matang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Beliau dikenal sebagai sosok ulama berlatar belakang ekonomi syariah, memiliki pondok pesantren, aktif dalam dialog lintas agama, serta memiliki rekam jejak integritas yang kuat," ujarnya.

Selain itu, pertimbangan lain yang mendasari penolakan terhadap figur lain—seperti KH Nasaruddin Umar—adalah posisi beliau yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama.

Dia menginginkan PBNU ke depan bersih dari tarik-menarik politik praktis.

"Kami ingin PBNU ke depan tidak terkontaminasi dengan politik praktis dan tidak bergantung pada pihak luar. PBNU harus mandiri. Beliau (KH Marsudi Syuhud) adalah sosok yang tidak tergiur harta, berwawasan internasional, dan sangat cocok memimpin PBNU ke depan," pungkas Juni.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Senin 27 Juli 2026, DMMX-BAJA Tempati Urutan Atas
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Febrie Adriansyah Makan Bareng Tahanan KPK, Lauknya Telur Ceplok dan Bihun
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Skema Cicilan KUR BCA 2026 Pinjaman Rp500 Juta Tenor 1-5 Tahun, Syarat dan Cara Pengajuannya Bagaimana?
• 15 jam laludisway.id
thumb
APINDO Minta Proses Pergantian Gubernur BI Berjalan Transparan dan Kredibel
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Sudaryono Bersih-Bersih MBG, 833 Dapur yang Langgar SOP Ditutup Permanen Tanpa Insentif
• 6 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.