Mati Lampu 10 Jam Picu Amuk Massa, Kantor Pemerintah-Jalan Tutup

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi pemandaman listrik (via REUTERS/NASA EOISDIS Worldview)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang protes meluas di ibu kota Libya, Tripoli, setelah warga melancarkan aksi pembangkangan sipil sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik berkepanjangan dan tingginya tarif listrik. Massa menutup sejumlah jalan utama, kantor pemerintahan, hingga fasilitas publik.

Aksi tersebut dipelopori Gerakan Souq Al-Jumaa yang menyatakan target mereka bukan sekadar mengganggu aktivitas sehari-hari melainkan "melumpuhkan pemerintah sepenuhnya". Dalam pernyataannya pada Minggu, kelompok itu juga menuntut pertanggungjawaban atas dugaan korupsi serta pembubaran lembaga-lembaga politik Libya, termasuk pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Negara, dan Dewan Kepresidenan.

Mengutip Al Jazeera, Senin (27/7/2026), para demonstran memblokade jalan pesisir di kawasan Janzour, sebelah barat Tripoli, serta berkumpul di depan Pembangkit Listrik Tripoli Barat untuk memprotes pemadaman yang berlangsung hingga berjam-jam setiap hari.nVideo yang telah diverifikasi memperlihatkan massa membakar ban, menutup jalan utama, hingga menumpahkan muatan truk berisi tanah di depan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) guna menghalangi akses ke gedung tersebut.


Pilihan Redaksi
  • Tarif Dagang Baru Trump ke RI Cs Digugat, Terancam Batal
  • Media Asing Sorot Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Sebut Ini
  • Potret Air Sungai Tiba-Tiba Hilang, Berubah Jadi Pasir
  • Adik Perempuan Kim Jong Un Ngamuk, Sebut Negara ASEAN Bodoh

Aksi juga menyasar kantor operator telekomunikasi milik negara, Libyana, di distrik Souq Al-Jumaa. Para pengunjuk rasa yang didominasi kalangan muda membawa spanduk berisi kritik terhadap Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibah.

Di sisi lain, gelombang pembangkangan sipil kemudian meluas ke wilayah Tajoura, sebelah timur Tripoli. Rekaman video menunjukkan para demonstran memasang pengumuman bahwa kantor pemerintah kota ditutup.

Gerakan di  Tajoura bahkan menyerukan boikot total terhadap seluruh lembaga negara mulai Senin, sekaligus menolak legitimasi Pemerintah Persatuan Nasional dan Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut aksi dilakukan sebagai respons atas terus memburuknya pelayanan publik.

Hingga kini, Pemerintah Persatuan Nasional belum memberikan tanggapan resmi atas aksi protes tersebut. Sementara itu, pemadaman listrik di Tripoli dan sejumlah wilayah lain dilaporkan telah mencapai hingga 10 jam per hari.

Kondisi itu memaksa Perusahaan Listrik Umum Libya kembali menerapkan sistem pemadaman bergilir setelah sekitar dua tahun kondisi jaringan relatif stabil. Krisis listrik semakin memperparah ketidakpuasan masyarakat yang sebelumnya telah dibebani inflasi, pelemahan mata uang, kelangkaan bahan bakar, terbatasnya likuiditas, serta kebuntuan politik yang telah berlangsung bertahun-tahun.


(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Dirut PLN Menghadap Prabowo, Lapor Kondisi Listrik di Jawa Mulai Pulih

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Guru di Balikpapan Dikeroyok Usai Tegur Siswa Merokok, Dibuntuti hingga ke Rumah
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Polisi Imbau Warga Tak Terprovokasi usai Bentrokan Menteng, Minta Semua Pihak Bijak Bermedia Sosial
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Hotel di Setiabudi Kebakaran, Asap Mengepul dari Lantai 7
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pria di Gowa Perkosa Keponakannya sejak 2025, Pelaku Terancam 12 Tahun Bui
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BREAKING NEWS: Gubernur BI Perry Warjjiyo Mundur
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.