jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggenjot persiapan tiga atlet mereka (taekwondoin) menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui berbagai kejuaraan internasional untuk menambah jam terbang sekaligus mengejar posisi unggulan.
Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian, menjelaskan bahwa program penggemblengan ini telah direncanakan sejak lama dengan total lima agenda uji coba di luar dan dalam negeri.
BACA JUGA: Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia, Investasi Besar untuk Masa Depan Taekwondo
Rangkaian turnamen tersebut meliputi kompetisi di Spanyol, Korea Selatan, Inggris, Indonesia, dan Vietnam.
“Mereka memang sudah dipersiapkan sejak lama. Total ada sekitar lima agenda uji coba. Spanyol, Korea Selatan, Inggris, Indonesia, dan Vietnam. Selain menambah pengalaman, semuanya juga untuk mengejar poin peringkat agar posisi unggulan mereka nanti bagus,” kata Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian saat ditemui di Jakarta, Senin.
BACA JUGA: Indonesia Dipercaya Gelar Kejuaraan Taekwondo Level Dunia, Puluhan Negara Berpartisipasi
Ketiga atlet yang dipersiapkan yaitu Muhammad Bassam Raihan pada kelas kyorugi putra di bawah 68 kilogram, Arya Danu Susilo di bawah 80 kilogram, serta Andi Sultan Altaf Mirza pada nomor poomsae putra. Andi menggantikan Muhammad Rizal yang mengalami cedera.
Setelah mengikuti turnamen di Spanyol, Chuncheon Open di Korea Selatan, dan British Open di Inggris, para atlet akan tampil dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Indoor Tennis Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 1–5 Agustus.
BACA JUGA: Dukung Sugiono Pimpin IPSI, Erick Thohir: Saatnya Pencak Silat Sejajar dengan Taekwondo & Muaythai
Kejuaraan berstatus World Taekwondo Grade G2 yang diikuti 478 atlet dari 36 negara itu menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia menguji kemampuan melawan beragam karakter lawan tanpa harus bertanding di luar negeri.
Bassam membawa modal positif setelah merebut medali emas kelas 63 kilogram pada British Taekwondo International Open Manchester 2026. Sedangkan, Arya merupakan peraih medali emas SEA Games Thailand 2025 dan pernah meraih perak China Open 2025.
Adapun Andi, dikenal sebagai salah satu atlet muda potensial pada nomor poomsae. Dia pernah meraih emas poomsae freestyle putra PON Aceh-Sumatera Utara 2024.
Seusai Indonesia Open, ketiga atlet tersebut dijadwalkan melanjutkan uji coba ke Vietnam sebagai bagian akhir persiapan menuju Asian Games 2026.
Menurut Rafael, perbaikan posisi unggulan berarti penting agar atlet Indonesia terhindar dari lawan dengan peringkat tertinggi pada fase awal pertandingan.
“Kami ingin mendapatkan posisi unggulan yang baik sehingga saat pengundian nanti tidak langsung bertemu lawan-lawan dengan peringkat teratas,” ujarnya.
Asian Games Aichi-Nagoya dijadwalkan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




