Upaya Jaga Kelestarian Alam, 10 Ribu Mangrove Ditanam di Tapanuli Tengah

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sumut, tvOnenews.com - Kegiatan penanaman 10 ribu bibit mangrove berlangsung di Pantai Barat, Muara Siput Labuan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut).

Kegiatan yang juga rangkaian peringatan Hari Mangrove Internasional turut melibatkan Keluarga Besar Masyarakat Gabema Tapanuli Tengah - Sibolga (Gabema) bersama TNI AL, US Navy, dan pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan. 

Staf Komander Pacific Partnership 2026, Jannet mengatakan kegiatan bukan hanya ditujukan menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga diplomasi kemanusiaan.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai misi bantuan kemanusiaan multilateral dan kesiapsiagaan bencana tahunan terbesar Angkatan Laut AS di Indo-Pasifik. 

Kegiatan ini juga ditujukan sebagai pemulihan lingkungan pasca bencana banjir bandang pada 2025 lalu.

"Nama saya Komandan Jannet, saya dari Pacific Partnership 2026. Hari ini intinya bukan hanya menanam pohon untuk melindungi, tetapi juga momentum, kesempatan untuk menjaga hubungan satu dengan yang lain dan menjaga hubungan baik itu dalam jangka panjang. Jadi kami semua sangat bangga hari ini menjadi bagian dari kegiatan penanaman, ini bukan secara pribadi tetapi seluruh tim menjadi satu kesatuan," kata Jannet, Senin (27/7/2026).

Sementara, Sekretaris Gabema Tapteng–Sibolga, Dani Hatrin Tampubolon mengatakan penanaman mangrove adalah program yang sudah lama dicanangkan pihaknya.

Ia menekankan pelibatan pelajar juga ditujukan sebagai penanaman nilai kepedulian terhadap lingkungan sedari dini.

"Penanaman mangrove ini adalah program yang sudah kami canangkan. Ada 10 ribu mangrove yang akan ditanam. Ini juga merupakan bagian dari perhatian kami, perantau dari Tapteng dan Sibolga yang berkumpul dalam Gabema. Ini langkah yang bisa kami lakukan dalam pelestarian alam di kampung halaman," kata Dani.

"Selain isu lingkungan, kita juga sedang menanamkan nilai-nilai edukasi saat ini. Kita lihat anak-anak Asrama Matauli Pandan turut serta menanam mangrove, benteng alami di daerah laut. Program berikut, kita juga akan melakukan penghijauan," sambungnya.

Sementara itu, Mayjen Purn Asrobudi menekankan pentingnya niat dalam pelestarian alam.

"Selain menanam mangrove, kita juga menanam harapan. Apa yang kita lakukan hari ini, akan kita tuai di masa mendatang. Mangrove ini punya peluang hidup sekitar 30 hingga 45 persen. Tapi, kita mesti tanam hari ini. Mangrove merupakan benteng alami untuk menjaga garis pantai. Banyak fungsi mangrove ini. Kita menanam ini bukan sekadar gerakan biasa, tapi mesti ada niat yang tulus," ujarnya.(raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Siap Sambut Kembali Formula 1 di Sirkuit Sepang
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Cak Imin Dorong Revisi 108 UU demi Perkuat Implementasi Prabowonomics
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Komisi XI DPR Masih Tunggu Nama Calon Gubernur BI Pengganti Perry dari Prabowo
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Masyarakat Sepakat Serahkan Penanganan Bentrok Menteng ke Polisi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
3 Pria di Depok Begal Korban dengan Modus Ajak Kencan Sesama Jenis
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.