9,99 Hektare Lahan di Penajam Paser Utara Terbakar

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penajam Paser Utara: Dampak fenomena El Nino dan musim kering membuat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengepung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Padahal, wilayah dengan branding Gerbang Nusantara ini memegang peran strategis sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nurlaila mengatakan, sejak 27 Januari hingga 25 Juli 2026 tercatat 17 kejadian Karhutla. Mayoritas kejadian berupa kebakaran hutan dengan total luas area terbakar mencapai 9,99 hektare.

“Bahkan per hari ini,  masih ada laporan Karhutla, sehingga jumlah kejadian dan luasan dampak kebakaran masih berpotensi akan bertambah,” ujar Nurlaila kepada Media Indonesia, Senin, 27 Juli 2026. 
 

Baca Juga :

4,5 Hektare Lahan Gunung Ringgit Terbakar, BPBD: Api Terkendali

Dari 17 kejadian Karhutla tersebut, Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 14 kejadian. Sementara Kecamatan Babulu tercatat dua kejadian dan Kecamatan Sepaku satu kejadian, sedangkan Kecamatan Waru nihil kejadian.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Karhutla di PPU disebabkan oleh faktor manusia, bukan alam. Warga memanfaatkan musim kering untuk membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, namun tidak melakukan antisipasi agar api tidak meluas.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu Karhutla. Jika pembukaan lahan harus dilakukan, masyarakat diminta menerapkan langkah antisipasi mengingat cuaca saat ini cukup panas dengan suhu di atas normal.

Menurutnya, upaya paling efektif dilakukan saat terjadi Karhutla, dengan melibatkan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, DPKP, dan unsur terkait lainnya. Tim tersebut biasanya mencari data pemilik lahan serta menelusuri penyebab terjadinya kebakaran.

“Kalau disebabkan karena sengaja dibakar oleh oknum masyarakat, mereka akan dipanggil oleh kepolisian untuk diminta konfirmasi dan klasifikasinya,” sebut Nurlaila.

Ia menegaskan seluruh peralatan dan personel dalam kondisi siap siaga. Setiap terjadi Karhutla maupun kebakaran permukiman, tim akan langsung bergerak untuk melakukan penanganan.


Tim Gabungan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, memadamkan api karhutla di Kecamatan Penajam, April 2024. (ANTARA/HO BPBD Kabupaten PPU).


Sementara itu, pihaknya masih melakukan pemetaan potensi sumber daya air untuk mengantisipasi Karhutla. Langkah tersebut diperlukan karena sumber air berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.

“Insya Allah personel dan peralatan aman dan mereka berkaloborasi dengan instansi lain, dalam menangani Karhutla atau pemukiman, kini kami sedang petikan potensi sumber daya airnya,” ungkap Nurlaila.

Selain menghadapi Karhutla, Pemerintah Kabupaten PPU juga membentuk Tim Penanganan Bencana Kekeringan akibat fenomena El Nino dan musim kemarau ekstrem. Tim tersebut melibatkan instansi pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, pihak swasta, serta komunitas masyarakat.

 “Kami baru-baru ini, telah melaksanakan rapat koordinasi dengan instansi terkait khusus antisipasi menghadapi musim kemarau ekstrem yang sering kali diwarnai dinamika cuaca yakni ini Godzilla El Nino. Dan saat ini pemerintah PPU tengah merancang dan menyiapkan penetapan status Siaga Darurat apabila situasi dan kondisi alam memaksa,” jelasnya.

Penetapan status siaga darurat tersebut didasarkan pada kondisi di lapangan, seperti penurunan debit air baku dan peningkatan suhu yang memicu kerawanan kebakaran. Kebijakan itu juga mengacu pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Saat status siaga darurat ditetapkan oleh kepala daerah, pengerahan bantuan tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas terkait. Seluruh unsur yang memiliki sumber daya turut dilibatkan, termasuk instansi vertikal, pihak swasta, lembaga, serta BUMN/BUMD.

”Seluruh sumber daya di daerah baik berasal dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, BUMD dan swasta kita libatkan, agar dapat menangani dampak kemarau yang dihadapi masyarakat,” tuturnya. (MI/Ervan Masbanjar)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Menjelaskan Efek Minum Air yang Cukup terhadap Tekanan Darah dan Kesehatan Jantung
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Pemkot Buka Opsi Semarang Zoo Dikelola Pihak Ketiga Setelah Harimau Putih Mati
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Komisaris Kimia Farma (KAEF) Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Jelang HUT ke-67, Kementerian PANRB Kenang Jasa Mantan Menteri Lewat Ziarah Makam
• 6 jam laludisway.id
thumb
PSG Fokus Buru Striker Barcelona Ferran Torres setelah Yan Diomande Dikunci Real Madrid
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.