Pilu, Wanita Palestina Lahirkan Bayi Meninggal Usai Ambulans Ditahan Israel

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Petugas kesehatan Palestina mengatakan seorang wanita melahirkan bayi yang meninggal dunia di dalam ambulans. Peristiwa memilukan itu setelah ambulans diduga ditahan oleh tentara Israel di pos pemeriksaan di Tepi Barat yang diduduki.

Dilansir AFP, Selasa (28/8/2026), wanita berusia 28 tahun itu sedang hamil enam bulan dan tidak sadarkan diri ketika petugas medis menjemputnya dari rumahnya di desa Qaryout, selatan kota Nablus, kata petugas medis Bashar Qaryouti kepada AFP.

"Dia menderita pendarahan hebat dan kondisinya sangat kritis," kata Qaryouti.

Wanita itu diberi oksigen dan ambulans berangkat menuju rumah sakit Rafidia di Nablus. Qaryouti mengatakan mereka kesulitan mencari jalan yang tidak diblokade.

Baca juga: Pembakaran Masjid di Tepi Barat Picu Kecaman, Terduga Pemukim Israel

Pintu masuk ke salah satu desa terdekat ditutup, memaksa ambulans untuk melewati jalan tanah melalui kebun zaitun sebelum mencapai pos pemeriksaan Awarta, di mana sebuah gerbang ditutup dan antrean panjang kendaraan telah terbentuk.

Qaryouti mengemudi ke depan antrean dan mengaktifkan sirene ambulans. Qaryouti mengatakan bahwa tentara muncul dari menara pengawas di dekatnya sekitar 10 menit kemudian dan memerintahkannya untuk mematikan ambulans.

Qaryouti menjelaskan bahwa peralatan medis kendaraan tersebut sedang digunakan untuk menyelamatkan nyawa pasien. "Mereka memaksa saya, dengan todongan senjata, untuk mematikan kendaraan," katanya, menambahkan bahwa para tentara menyita kartu identitas kru.

Menanggapi permintaan komentar dari AFP, militer Israel mengatakan "klaim bahwa tentara IDF menunda ambulans di pos pemeriksaan Awarta adalah salah," dan bahwa mereka tidak menerima laporan insiden tersebut dari pihak Palestina.

data-class="mce-pagebreak" data-mce-resize="false" />Terpaksa Melahirkan di Ambulans

Karena ambulans tetap terhenti, kondisi wanita tersebut memburuk. Perawat yang mendampinginya terpaksa membantu persalinan di dalam kendaraan, kata Qaryouti.

"Bayi itu lahir meninggal," katanya.

Setelah menunggu lebih dari 30 menit, para tentara mengembalikan kartu identitas kru dan mengizinkan ambulans untuk melanjutkan perjalanan, menurut Qaryouti.

Ketika mereka sampai di rumah sakit, "sang ibu segera dilarikan ke ruang operasi untuk menghentikan pendarahan," kata Qaryouti.

Baca juga: Liga Arab Ingatkan Timur Tengah Nyaris Meledak, Minta Trump Bertindak

Direktur rumah sakit Rafidia, Fouad Nafaa, mengatakan bahwa wanita itu "dicegah oleh tentara Israel untuk sampai ke rumah sakit". Pendarahannya telah berhasil dikendalikan, dan sekarang kondisinya stabil, katanya.

Militer Israel telah melancarkan "operasi kontra-terorisme" di seluruh Tepi Barat, menyebabkan beberapa penutupan jalan di seluruh wilayah tersebut.

Operasi tersebut menyusul bentrokan mematikan pada hari Jumat antara pemukim Israel dan Palestina di desa Tell yang menewaskan dua warga Israel dan empat warga Palestina.

Kekerasan di Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak 1967, telah meningkat sejak perang Gaza dimulai dengan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.




(rfs/yld)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Andi Sudirman Optimistis Maros Pangkep Mampu Pertahankan Status UNESCO Global Geopark
• 17 jam lalupantau.com
thumb
KAI Daop 7 Madiun Beri Penghargaan kepada Aris Susanto, Cegah Potensi Kecelakaan di JPL Mengkreng Kediri
• 7 jam laluberitajatim.com
thumb
Pramono Anung Minta Kasus Bentrokan Matraman Tidak Dikaitkan dengan Isu Identitas
• 3 jam laludisway.id
thumb
Sengit! Ukraina Serang Rusia dengan Ratusan Drone, 2 Orang Tewas
• 13 jam laludetik.com
thumb
Profil dan Jejak Karier Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong yang Diduga Aniaya Staf PPPK
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.