China Bikin AS Terguncang, Elit Dunia Sampai Mohon-Mohon ke Trump

cnbcindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Evan Vucci

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah raksasa teknologi memohon kepada pemerintahan Donald Trump untuk mendukung model AI sumber terbuka. Model ini banyak dikembangkan oleh perusahaan China dan digunakan oleh banyak perusahaan Amerika Serikat (AS).

Perusahaan seperti Nvidia, Microsoft, Meta, dan IBM menyampaikan permohonan itu kepada pembuat undang-undang di AS. Mereka harusnya menghindari pembatasan prematur pada model terbuka yang menghambat persaingan atau mendorong inovasi ke luar negeri.

Surat terbuka itu juga mengakui adanya kekhawatiran soal pencurian teknologi. Namun menurut para perusahaan teknologi seharusnya bisa diatasi dengan kerangka hukum dan komersial bertarget, bukan pada pembatasan menyeluruh.


Nvidia dan raksasa teknologi lainnya juga mengatakan tidak aman mengandalkan sepenuhnya pada model tertutup. Karena model tersebut tidak bisa dideteksi oleh pihak luar.

Pilihan Redaksi
  • Orang Terkaya Dunia Elon Musk Bilang Uang Tak Ada Gunanya Mulai 2036
  • Perusahaan Tak Terkenal Jadi Sorotan, Mendadak Jadi Raja Baru di China
  • Elon Musk Mengaku Tobat Setelah Kerajaan Bisnisnya Hancur Lebur

"Model tersebut bisa dibobol, disalahgunakan atau gagal dengan cara tidak bisa dideteksi oleh pihak luar," bunyi surat tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (27/7/2026).

"Sebaliknya model terbuka memungkinkan komunitas peneliti dan pengembang luas untuk memeriksa perilaku, mengindetifikasi kerentanan, mengembangkan pengamanan, dan memperbaikinya dari waktu ke waktu," lanjut surat terbuka itu.

Perdebatan soal penggunaan sumber tertutup telah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Pemimpin bisnis di Silicon Valley marah dengan biaya model sumber tertutup.

CEO Microsoft dan Palantir Technologies juga telah mengatakan menggunakan model sumber terbuka di dalam pusat data bisa membantu mengendalikan biaya AI.

Pihak parlemen juga mengkhawatirkan insiden siber model AI buatan OpenAI yang kabur dan menyerang Hugging Face. Model AI tersebut dan AI buatan AS lainnya menggunakan sumber tertutup sehingga tak bisa dimodifikasi untuk dikendalikan.

Dampaknya, Hugging Face harus mengandalkan AI buatan China untuk membendung serangan siber dari AI yang kabur. Para perusahaan teknologi global kini mengusulkan adanya aturan untuk mewajibkan tombol pemutus untuk model AI.

Pemerintahan Trump mempertimbangkan adanya sanksi pada pembuat model sumber terbuka China karena dugaan pencurian teknologi sumber tertutup.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: CEO Nvidia Ikut Lawatan Trump ke China Bahas Bisnis & Chip AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buy 5 Get 1 Free, Modus Peredaran Gas Whip Pink via WhatsApp
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Kemensos Jajaki Penyaluran Bansos Melalui KDMP
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Sudin SDA Jakarta Percepat Selesaikan Proyek Saluran Air di Kembangan
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia-Maroko Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Pertunjukan Seni Musik
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Belum Dibuka, Pemkab Masih Tunggu Permen
• 10 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.