Fadriyati Asmaun Perjuangkan Aspirasi Pertanian di Tengah Keterbatasan Anggaran Sulsel

harianfajar
14 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, LUWU – Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Fadriyati Asmaun, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat terutama di sektor pertanian meski menghadapi keterbatasan anggaran provinsi. Hal ini disampaikan saat reses III masa sidang tahun 2025/2026 di Desa Lebani, Kecamatan Belopa Utara, pada Senin, 27 Juli 2026.

Fadriyati yang merupakan Koordinator Banggar DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Demokrat menjelaskan bahwa kondisi fiskal Pemprov Sulsel saat ini kurang baik karena adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,3 triliun. Pemotongan ini dilakukan untuk mendukung program Presiden Prabowo yang menjanjikan berbagai kegiatan sosial seperti Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah, balita, lansia, dan penanganan stunting.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih saya di pemilu lalu,” katanya saat bersilaturrahmi dengan warga Desa Lebani. Ia juga memohon maaf karena baru dapat menyempatkan diri hadir setelah resmi dilantik menjadi anggota DPRD Sulsel periode ketiga.

Lebih lanjut, Fadriyati menjelaskan beberapa program strategis yang sedang berjalan di wilayah Luwu dan sekitarnya. Salah satunya adalah perpanjangan runway Bandara Bua yang memungkinkan penggunaan pesawat Boeing dan pesawat berbadan lebar lainnya. Dana pembebasan lahan mencapai Rp 17 miliar dengan kompensasi hingga Rp 1,3 miliar untuk warga yang lahannya terdampak.

“Kedepan warga Luwu dapat langsung menggunakan pesawat ke Bandara Soekarno Hatta di Jakarta tanpa harus ganti pesawat, begitu pula untuk tujuan Kendari dan daerah lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga membangun bendungan Lekkopini yang sedang dalam proses pembangunan selama dua tahun, serta rencana pembangunan bendungan di Tallang Bulawang tahun depan. Di Desa Lebani sendiri, aliran air berasal dari bendung Tomatoppe. Namun, bendung irigasi Radda mengalami kerusakan akibat banjir sehingga masyarakat di beberapa desa seperti Suli, Cakkiawo, dan Malela kesulitan mendapatkan air irigasi untuk sawah mereka.

Pemprov Sulsel juga berencana membangun rumah sakit di Bua dengan anggaran sebesar Rp 200 miliar. Selain itu, lapangan olahraga Opu Daeng Risaju dan di Walmas akan diperbaiki dan dipercantik seperti Lapangan Gaspa dengan biaya sekitar Rp 4 miliar. Pengaspalan ruas jalan dari Bua menuju Toraja Utara juga hampir rampung dengan sisa tujuh kilometer yang akan segera diselesaikan.

Fadriyati menegaskan akan terus memperjuangkan usulan dan aspirasi warga agar dapat direalisasikan oleh pemerintah provinsi, terutama jika anggaran dari pusat kembali normal pada tahun 2028.

Kepala Desa Lebani, Mappeati, menyambut baik kedatangan Fadriyati dan mengapresiasi perhatiannya terhadap desa tersebut. “Pada pemilu lalu, Fadriyati memiliki suara terbanyak kedua di Lebani,” katanya.

Mappeati berharap aspirasi masyarakat yang disampaikan dapat diperjuangkan secara maksimal di tingkat provinsi demi kemajuan dan kesejahteraan warga Desa Lebani dan sekitarnya. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Akan Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat 900 Kopdes Merah Putih
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia raih dua emas dan satu perak dari World Cup Woodball 2026
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
JPU KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara Kasus Korupsi Jual Beli Gas
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG: Gempa M6,5 di Jepang Hari Ini Tak Berdampak Tsunami di Indonesia
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Gagal
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.