Sejarah Paskibra dan Paskibraka, Berawal dari Gagasan Husein Mutahar hingga Lahirnya Formasi 17-8-45

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, istilah Paskibra dan Paskibraka kembali menjadi perhatian masyarakat.

Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki makna dan peran yang berbeda.

Paskibra merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera, yaitu organisasi yang umumnya ada di lingkungan sekolah.

Anggotanya adalah para pelajar yang bertugas dalam upacara bendera sekaligus mengikuti pembinaan kedisiplinan, kepemimpinan, dan jiwa nasionalisme.

Sementara itu, Paskibraka adalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang bertugas mengibarkan maupun menurunkan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih pada upacara kenegaraan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

BACA JUGA:Berkat Tari Saman, Paskibraka Asal Aceh Lolos Seleksi Nasional dan Bagikan Pesan Penuh Makna

Berawal dari Gagasan Husein Mutahar

Sejarah Paskibraka bermula pada 1956 ketika Presiden Soekarno meminta ajudannya, Mayor Husein Mutahar, menyiapkan prosesi pengibaran Bendera Pusaka dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Saat itu, Husein Mutahar memiliki gagasan agar bendera dikibarkan oleh para pemuda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol persatuan sekaligus generasi penerus perjuangan bangsa.

Karena keterbatasan kondisi saat itu, gagasan tersebut belum dapat diwujudkan sepenuhnya.

Upacara pengibaran hanya melibatkan lima orang pemuda yang berada di Yogyakarta, terdiri atas tiga putra dan dua putri.

Formasi lima orang tersebut kemudian dikenal sebagai Pasukan Pengerek Bendera. Jumlah lima anggota juga melambangkan lima sila dalam Pancasila dan digunakan hingga 1969.

BACA JUGA:Muhammad Hibban Annafis, Calon Paskibraka Pusat Asal Aceh Berbekal Pesan Umi dan Abi

Lahirnya Formasi 17-8-45

Perkembangan penting terjadi pada 1967 ketika Husein Mutahar kembali dipercaya pemerintah untuk menyusun konsep baru pasukan pengibar bendera.

Ia kemudian memperkenalkan formasi yang terdiri dari tiga kelompok, yakni Pasukan 17, Pasukan 8, dan Pasukan 45.

Setiap kelompok memiliki tugas berbeda. Pasukan 17 berperan sebagai pengiring, Pasukan 8 bertugas membawa dan mengibarkan bendera, sedangkan Pasukan 45 menjadi pengawal selama prosesi berlangsung.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesaksian tukang parkir soal temuan jenazah Sutrimo di klinik Jaksel
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Serangan Drone Hantam Sejumlah Wilayah di Irak Utara
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenag Siapkan 14.080 Formasi Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang Guru Madrasah 2026, Digelar Oktober
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Cerah Berawan, Waspadai Angin Kencang di Tangerang Raya
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 5 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.