Harga Minyak Turun ke US$ 87 per Barel di Tengah Proses Perundingan AS-Iran

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak acuan dunia mulai mengalami penurunan harga. Hal ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah melakukan perundingan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Harga minyak Brent turun 1% menjadi US$ 87,52 per barel pada pukul 09.31 waktu Singapura, pada Selasa (28/7). Kemarin, harga minyak Brent telah anjlok 8,7% yang merupakan angka penurunan terbesar dalam tiga bulan.  Sementara itu minyak West Texas Intermediate turun 01,2% menjadi US$ 81,65 per barel.

Harga minyak mentah bergerak sangat fluktuatif sepanjang bulan ini. Awalnya, harga melonjak ketika ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat dan konflik meluas hingga Laut Merah. 

Namun, harga kemudian merosot setelah ketegangan mulai mereda dalam beberapa hari terakhir. Kendati demikian, para pelaku pasar masih berhati-hati karena lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz belum kembali normal.

"Saya rasa masalah di Timur Tengah belum benar-benar selesai. Masih diperlukan bukti nyata minyak sudah kembali mengalir melalui Selat Hormuz, dan saya rasa hal itu belum terjadi,” kata spesialis energi di TP ICAP Group Plc. Scott Shelton, dikutip dari Bloomberg, Selasa (28/7).

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan ia memutuskan untuk menunda serangan terhadap Republik Islam Iran guna memberi kesempatan lain dalam proses negosiasi. Namun, hingga kini masih belum jelas apakah pembahasan substantif antara kedua pihak benar-benar sedang berlangsung.

Di Timur Tengah, saat ini juga tengah berlangsung proses kesepakatan antara Iran dan Oman untuk bisa memulai kembali pelayaran melalui Selat Hormuz. Jalur ini merupakan rute vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global dan pada masa damai mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari.

Sebuah sumber mengatakan jika kesepakatan kedua negara berhasil dicapai, maka Iran dan Amerika Serikat akan dapat melanjutkan perundingan untuk mengakhiri perang di antara keduanya.

Gangguan Pasokan Mereda

Militer Iran menyatakan telah menghentikan serangan balasan terhadap pangkalan dan pasukan AS di Timur Tengah, sebagai konsekuensi dari keputusan Trump menunda serangan. Dalam dua pekan sebelum AS menghentikan sementara operasi militernya pada Jumat (24/7) lalu, Iran hampir setiap hari melancarkan serangan terhadap negara-negara seperti Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Gangguan pasokan juga mulai mereda di wilayah lain. Terminal ekspor utama Kazakhstan kembali melakukan pemuatan minyak setelah serangan drone Ukraina sempat mengganggu ekspor. Kementerian Energi Kazakhstan mengatakan dua kapal tanker mulai memuat minyak di fasilitas Caspian Pipeline Consortium yang berada di dekat pelabuhan Novorossiysk, Rusia.

Macquarie Group Ltd. memperingatkan bahwa kelebihan pasokan minyak kemungkinan akan kembali terjadi sebelum akhir tahun, seiring meningkatnya tekanan terhadap Washington untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Menurut perusahaan tersebut, setelah kesepakatan tercapai, pasar minyak akan mengalami kelebihan pasokan yang signifikan, dengan surplus sekitar 2 juta barel per hari pada kuartal keempat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta Mengejutkan! Danantara Ungkap 95 Persen Barang Indonesia Masih Diangkut Kapal Berbendera Asing
• 4 jam laludisway.id
thumb
Hotman Paris Akan Biayai Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Bali, Sampaikan Pesan Menyentuh
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Gus Ipul Apresiasi Pameran Seni Kompas: Wadah Karya Anak Penyandang Disabilitas
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
[FULL] Bagaimana Sentimen Pasar Usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Ini Kata Pengamat | KOMBIS
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Ekonom Nilai Penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs Gubernur BI Jaga Kepercayaan Pasar
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.