Kopdes Disebut tak Bisa Saingi Warung Madura, Zulhas: Masih Banyak yang Salah Paham Soal KDMP

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menanggapi kritikan mahasiswa soal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang disebut tidak akan bisa bersaing dengan minimarket waralaba atau bahkan warung Madura. Dia menekankan KDMP bukan supermarket dan merupakan bagian dari infrastruktur pemerintah.

Saat diundang ke Musyawarah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX yang digelar di Politeknik Negeri Semarang pada Senin (27/7/2026), Zulhas ditanya seorang mahasiswi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) soal apakah KDMP mampu bersaing dengan minimarket waralaba. Mahasiswi tersebut meyakini KDMP tak akan bisa berkompetisi dengan minimarket.

Baca Juga
  • Jelang HUT RI ke-81, Kodim Gunungkidul-PLN Sinergikan Kesiapan Listrik Koperasi Desa Merah Putih
  • Koperasi Desa dan Solusi Semu
  • Lampung Kembangkan UMKM Berbasis Komoditas Unggulan Lewat Koperasi Desa Merah Putih
Mahasiswi Unissula itu juga meyakini warung Madura bisa lebih untung jika dibandingkan dengan KDMP. Merespons hal itu, Zulhas mengeklaim masih banyak pihak yang menyalahpahami KDKMP.

“Saudara-saudara, Koperasi Desa Merah Putih itu bukan supermarket. Koperasi Desa Merah Putih itu infrastukturnya pemerintah,” ujar Zulhas. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} Menurutnya, setiap kali menjelaskan soal KDKMP, pemerintah justru selalu “diserang” lewat media sosial. “Apa itu Koperasi Desa Merah Putih? Yang di luar banyak sekali salah paham. Karena kalau kami menjelaskan satu, yang nyerang itu seribu. Saya ngomong satu, yang nyerang itu seribu,” katanya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mbappe Sampaikan Surat Terbuka Emosional untuk Rakyat Prancis Usai Piala Dunia 2026
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Korupsi Kebun Binatang Surabaya Mencederai Mandat Negara Melindungi Satwa
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Apple digugat gara-gara aplikasi dompet kripto palsu di App Store
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Jejak Talenta Indonesia yang Menggema di Industri Film Dunia
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
PDI-P: Sikap Kritis Generasi Muda Harus Dirawat, Bukan Dibungkam
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.