5 Hari Berlalu, Kematian Sutrimo di Halaman Klinik Kecantikan Masih Misterius

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Misteri kematian Sutrimo yang ditemukan tewas di halaman Klinik Mordent di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih menjadi teka-teki.

Pria itu ditemukan tewas pada Kamis (23/7/2026) pagi dengan mulut yang berbusa.

Pada Senin (27/7/2026) siang, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri mendatangi lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Kronologi Tewasnya Sutrimo di Klinik Jaksel, Sejumlah Kejanggalan Masih Diselidiki

Sekitar dua jam penyidik melakukan olah TKP, sejumlah barang dibawa oleh petugas dari klinik Mordent ke Puslabfor untuk diteliti kembali.

Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha tidak dapat membeberkan secara detail olah TKP yang dilakukan.

Ia hanya menyampaikan, seluruh rangkaian olah TKP yang dilakukan Puslabfor Polri, masih dalam tahap penyelidikan.

Krologi Penemuan

Sutrimo awalnya dikira korban kecelakaan pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Seorang juru parkir bernama Deni (45) menceritakan awal mula Sutrimo ditemukan tewas.

"Saya lihat udah ramai, terus saya tanya orang, katanya ada orang jatoh," kata Deni kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi kejadian, Senin.

Namun, Deni saat itu menaruh curiga jika korban tidak terjatuh karena dia tidak melihat adanya darah yang keluar dari tubuh korban.

Korban ditemukan tergeletak di halaman klinik, tepatnya di tangga dekat pintu masuk klinik.

"Kalau jatuh kan ada darah, nah ini enggak ada darah," kata dia.

Baca juga: Sutrimo Tewas di Halaman Klinik Jaksel, Awalnya Dikira Pingsan

Deni yang melihat dari kejauhan, mengaku tidak berani melihat dari dekat karena ia mengaku takut.

"Mau saya deketin juga takut, takutnya ditanya-tanyain," tutur dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saat kejadian, warga tidak ada yang berani mendekat. Hanya bisa menyaksikan dari kejauhan, termasuk dirinya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
30 Tahun Kudatuli, PDIP Makassar Gelar Refleksi Perjuangan Demokrasi
• 20 menit laluharianfajar
thumb
El Nino Semakin Menguat, BMKG: Waspada Kekeringan hingga Karhutla Awal Agustus 2026!
• 19 menit lalurctiplus.com
thumb
Panitia Drift Speed Fest Dukung Investigasi Tribun Ambruk
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Sungai Jadi Bagian Penting Dari Ketahanan Air Nasional
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.