Trump: Peluang Kesepakatan dengan Iran Terbuka, AS Siap Bertindak Lagi jika Negosiasi Gagal

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih terbuka. Meski demikian, dia menegaskan Washington siap kembali melakukan operasi militer apabila perundingan tidak membuahkan hasil.

"Mereka ingin bertemu dan kami sedang bertemu. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi. Ada peluang kita bisa mencapai kesepakatan. Tanpa langkah yang kami ambil, mereka bahkan tidak akan mau berbicara dengan kami. Kami sedang berbicara dengan Iran saat ini. Pembicaraan kami berjalan lancar," kata Trump kepada wartawan, Selasa 28 Juli 2026.

Baca Juga :
Iran Tak Bakal Biarkan Begitu Saja Serangan Ukraina ke Kapal Dagangnya
Trump Peringatkan Xi Jinping dan Putin Jika Diam-diam Bantu Iran: Akibatnya Akan Sangat Buruk

Trump kembali menegaskan optimisme terhadap jalannya dialog dengan Teheran. Namun, dia mengingatkan bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu mengambil langkah militer apabila proses negosiasi menemui jalan buntu.

"Jadi, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi. Kemungkinan besar akan ada perkembangan. Jika tidak, maka kami akan kembali melakukan apa yang kami lakukan dua hari lalu. Mereka tidak akan meminta pertemuan itu jika kinerja kami buruk. Satu-satunya alasan mereka ingin bertemu adalah karena kami telah memberikan tekanan yang sangat kuat kepada mereka," ujarnya tanpa menjelaskan lebih rinci.

Menanggapi pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang menyebut Rusia membagikan intelijen satelit kepada Iran, Trump mengatakan akan meminta penjelasan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Baiklah, kami akan segera mengetahuinya. Saya akan menanyakan hal itu kepada Putin. Kami akan mengetahuinya," ucap Trump.

Saat ditanya mengenai kesamaan pandangannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait Iran, Trump menyebut hubungan keduanya sangat dekat meski masih terdapat beberapa perbedaan pandangan.

Trump dijadwalkan menerima Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa. Seorang pejabat pemerintah AS telah mengonfirmasi agenda pertemuan tersebut kepada Anadolu.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin akan membahas perkembangan konflik dengan Iran, kemajuan Kerangka Kerja Trilateral di Lebanon, serta upaya memperluas Perjanjian Abraham.

Selain itu, Trump juga akan menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih untuk membahas proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung.

Baca Juga :
Terungkap Alasan Trump Setop Serangan ke Iran Usai Gempuran Selama 13 Hari Beruntun
AS Kaji Rencana Agresi Besar-besaran ke Iran Demi Rebut Uranium yang Diperkaya
Sebut Iran Makin Serius Negosiasi dengan AS, Trump Buka Suara soal Opsi Agresi Militer

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 15 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bernardo Tavares Buka Peluang Perubahan Skuad Persebaya Jelang Bursa Transfer Ditutup
• 22 jam laluberitajatim.com
thumb
Usai Bentrok di Kawasan Menteng, Aktivitas Warga Berjalan Normal
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Jaya Update Kasus Bentrok Jalan Tambak Menteng, 7 Tersangka Ditetapkan-Temuan CCTV
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
KAI Kucurkan Rp14,88 Triliun untuk Renovasi dan Pengadaan Kereta Baru
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.