Pantau - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mulai menerapkan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) melalui penanaman padi IP200 di Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan pada 2026.
Penanaman Perdana Dilaksanakan di Desa BakarungKoordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Angkinang, Taufiq Ridho, mengungkapkan penanaman perdana metode PM-AAS di Desa Bakarung resmi dimulai pada Senin (27/7/2026).
Ia mengungkapkan, "Ini merupakan lahan pertanian desa kedua yang menerapkan tanam padi metode PM-AAS, sebelumnya di Desa Angkinang."
Program penanaman padi IP200 tersebut dilaksanakan di lahan milik H Sulaiman dan Adi yang merupakan anggota Kelompok Tani Teratai di Desa Bakarung.
Taufiq menjelaskan metode PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani.
Pemerintah daerah juga mendorong petani mengoptimalkan penggunaan benih unggul, pengelolaan air, pemupukan berimbang, serta teknik budidaya yang lebih efektif dan efisien.
Pendampingan Penyuluh Diharapkan Percepat Adopsi TeknologiPenerapan metode PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, menghemat waktu dan tenaga kerja, serta memperkuat daya saing sektor pertanian.
Taufiq mengatakan, "Pendampingan di lapangan dilakukan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) desa, BPP Kecamatan Angkinang, serta seluruh rekan penyuluh BPP Angkinang, POPT, penyuluh swadaya, dan operator layanan operasional."
Ia menambahkan pembinaan kepada kelompok tani dilakukan secara konsisten sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan gerakan tanam perdana.
Taufiq mengungkapkan, "Pendampingan tersebut menjadi salah satu faktor pendukung terlaksananya kegiatan ini. Dari gerakan tanam perdana ini kami harapkan penerapan PM-AAS mendorong percepatan penerapan budidaya padi IP 200 di Kecamatan Angkinang."
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap sinergi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan produktivitas padi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.



