JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia seiring semakin menguatnya fenomena El Niño.
Hingga periode pertengahan Juli 2026, sebanyak 509 Zona Musim atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Dampak kondisi kering mulai terlihat dari adanya laporan kekeringan pada periode 24-27 Juli 2026 di Jawa Tengah serta kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Situasi ini menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap berkurangnya ketersediaan air, meluasnya titik panas, dan potensi kebakaran di lahan yang mudah terbakar.
Baca Juga: Jawa Timur Catat Hari Tanpa Hujan hingga 78 Hari, BMKG Sebut 72,8 Persen ZOM Sudah Masuk Kemarau
BMKG menjelaskan melalui laman resminya, dominasi kondisi kering saat ini selaras dengan perkembangan dinamika iklim global. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, Indeks Niño 3.4 dasarian tercatat sebesar +2,26, sedangkan Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2.
Kedua indikator tersebut menunjukkan Indonesia sedang mengalami El Niño dengan intensitas kuat dan berpotensi semakin menguat sepanjang tahun ini.
Kondisi tersebut dapat menghambat proses pembentukan awan hujan sehingga meningkatkan kecenderungan penurunan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Akibatnya, musim kemarau diprakirakan masih akan mendominasi di sebagian besar daerah dalam beberapa waktu ke depan.
Namun demikian, BMKG menegaskan peluang hujan belum sepenuhnya hilang. Sejumlah fenomena atmosfer masih berpotensi mendukung terbentuknya awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- el nino
- el nino menguat
- kekeringan
- kemarau 2026





