CIAMIS, KOMPAS.com - Berkunjung ke Kampung Adat Kuta di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tidak hanya bisa menikmati suasana kampung adat dan menyusuri hutan adat.
Wisatawan juga dapat merasakan pengalaman mencicipi madu kelulut langsung dari sarangnya dengan tarif hanya Rp 5.000.
Pengalaman itu menjadi salah satu rangkaian Kunjungan Jurnalistik Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan melalui Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri.
Baca juga: Di Kampung Kuta Ciamis, Kamera hingga Tripod Wajib Didoakan...
Setelah diajak mengenal kehidupan masyarakat adat, peserta mengunjungi Taman Lebah Madu KUPS Sekarwangi, lokasi budidaya lebah tanpa sengat yang dikelola pemuda Kampung Adat Kuta.
Di lokasi tersebut, Kompas.com turut merasakan sensasi menyeruput madu langsung dari sarangnya menggunakan sedotan kecil.
Berbeda dengan madu kemasan yang umum dijual di pasaran, madu yang baru dipanen ini memiliki cita rasa yang kompleks. Saat pertama kali masuk ke mulut, rasa manis langsung terasa.
Tak lama kemudian muncul sensasi asam yang menyegarkan, diikuti sedikit rasa berkarbonasi alami akibat proses fermentasi di dalam sarang.
Aroma bunga hutan juga masih sangat terasa sehingga meninggalkan kesan segar di akhir.
Pendamping wisata Kampung Adat Kuta, Ade Koko Komara, mengatakan karakter madu kelulut memang berbeda dengan madu hutan biasa.
"Kalau kelulut pasti ada asam-asamnya. Kalau madu hutan biasanya lebih dominan manis," ujar Koko saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu (27/7/2026).
Baca juga: Gondang Buhun, Warisan Bunyi Lesung yang Terus Hidup di Tangan Anak-anak
Menurut dia, rasa madu bergantung pada sumber nektar yang dikumpulkan lebah.
"Ada yang manis, ada yang asam. Lebah mengambil nektar dari bunga-bunga yang ada di sekitar, seperti bunga kelapa dan bunga kopi," kata dia.
Wisatawan yang datang ke taman lebah dapat mencicipi madu langsung dari sarang cukup dengan membayar Rp 5.000.
Selain mencicipi madu, pengunjung juga dapat melihat langsung koloni lebah kelulut yang hidup di dalam kotak-kotak kayu atau stup.