HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mulai pekan depan, orang tua tidak lagi hanya menunggu laporan dari sekolah mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menyiapkan sistem daring (online). Ini memungkinkan masyarakat memantau menu makanan yang diterima siswa setiap hari.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi. Sekaligus membuka ruang pengawasan publik terhadap pelaksanaan Program MBG.
Tak hanya menu, informasi penyedia layanan hingga kandungan gizi makanan juga akan tersedia dalam satu platform yang dapat diakses berbagai pihak.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akses pemantauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara daring akan mulai dibuka pada pekan depan. Melalui sistem tersebut, orang tua siswa dapat melihat langsung menu makanan yang disajikan kepada anak-anak mereka di sekolah.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, platform tersebut dirancang sebagai sarana keterbukaan informasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi kualitas pelaksanaan program. Menurutnya, pengawasan publik diharapkan dapat membantu menjaga mutu makanan serta memastikan kandungan gizi yang diberikan kepada peserta didik tetap sesuai standar.
“Kami akan umumkan di momen berikutnya bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagi ini. Kami harapkan minggu depan sudah bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Selasa (28/7/2026).
Melalui platform tersebut, masyarakat tidak hanya dapat mengetahui daftar menu harian yang disajikan kepada siswa. Sistem juga akan menampilkan informasi mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab dalam penyediaan makanan di masing-masing sekolah.
Selain itu, pengguna dapat melihat identitas Kepala SPPG beserta rincian kandungan gizi dari setiap menu yang disajikan. Informasi tersebut diharapkan memudahkan orang tua untuk memastikan asupan gizi anak selama mengikuti Program MBG.
Menurut Sudaryono, akses terhadap data tersebut tidak hanya diberikan kepada orang tua siswa. Guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, hingga instansi terkait juga akan memperoleh hak akses untuk memantau pelaksanaan program di wilayah masing-masing.
“Jadi, pihak terkait atau stakeholder bisa mendapatkan informasi itu, termasuk kandungan gizi di menu itu. Orang tua siswa, guru, kepala sekolah, kepala daerah, dan dinas-dinas bisa mengakses informasi ini,” katanya.
Di sisi lain, BGN juga tengah melakukan pembaruan pada situs resminya sebagai bagian dari peningkatan transparansi informasi. Pembaruan tersebut akan menghadirkan data yang lebih lengkap mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh daerah.
Nantinya, masyarakat dapat melihat jumlah SPPG yang telah beroperasi di setiap kecamatan maupun kabupaten/kota, sekaligus mengetahui jumlah penerima manfaat Program MBG pada masing-masing wilayah.
Dengan sistem yang lebih terbuka, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi harus meminta informasi secara manual karena seluruh data penting dapat diakses secara langsung melalui layanan digital yang sedang disiapkan.
“Kasih saya waktu beberapa hari ini untuk kami perbaiki, sehingga bapak Ibu semua mungkin tidak perlu kemudian bertanya secara manual, tapi by system bisa kami perbaiki,” pungkas Sudaryono. (*)





