Cerita Niko Junius dan Ibot Dilempar Botol oleh Reza Arap Saat Syuting

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Debut sutradara film membuat Reza Arap lebih profesional dan tegas. Hal ini dirasakan oleh member AAAClan, yakni Niko Junius dan Ibot.

Mereka mengaku pernah dilempar botol oleh Reza Arap karena dianggap tidak serius saat menjalani kelas akting film Harusnya Horror.

Insiden itu terjadi ketika mereka latihan bareng pemain lainnya. Niko dan Ibot yang dikenal gemar bercanda, kedapatan tidak fokus saat yang lain serius mendalami peran.

"Niko pernah dimarahin sama director kita, dilempar botol. Eh, berdua deh. Karena kita bercanda terus berdua. Waktu itu lagi latihan akting di acting class itu. Dia (Niko) ajak ngobrol, tektokan, main suit, main apa gitu," kenang Ibot di Plaza Senayan (20/7).

Menurut Tepe, saat itu memang Ibot dan Niko terlihat bercanda.

"Waktu itu lagi latihan akting bersembilan. Pada saat yang lain latihan akting, mereka tertawa terus. Kayak meremehkan 'ih dia akting gitu'. Makanya dilempar pakai botol," tutur Tepe menambahkan.

Reza Arap sendiri memberikan pembelaan bahwa tindakan tersebut dilakukan demi menjaga profesionalitas di lokasi kerja.

"Kalau faktor keakraban menurutku justru itu malah tantangan. Karena ini kan profesionalitas ya hitungannya. Jadi kalau profesional sama pertemanan kan dua hal yang berbeda nih. Jadi aku kadang ngasih tembok nih, kadang oh kita lagi syuting nih, eh profesional. Eh terus kadang aku masuk sebagai pertemanan. Gitu sih," tegas Reza Arap.

Meskipun tegas, Arap mengaku sangat menikmati proses mengarahkan anak-anak AAAClan. Baginya, mereka yang belum pernah bermain film jadi keuntungan karena lebih mudah diarahkan.

"Karena masih kanvas kosong ya, mereka belum pernah main film sama sekali kan, jadi manut gitu. Walaupun aku pun juga masih kanvas kosong. Jadi saling mengisi gitu. Saling gambar, saling ngasih warna satu sama lain. Saling kasih insight satu sama lain sih," tambah Arap.

Debut penyutradaraan Reza Arap bergenre komedi fantasi ini jadi film terakhir Lula Lahfah sebelum meninggal dunia.

Produksi Essjay Studio ini menceritakan konten kreator yang kesulitan keuangan. Mereka bekerja sama dengan hantu yang tidak seram untuk membuat konten viral di internet.

Film yang dibintangi Reza Arap, Lula Lahfah, Tierison, Bravy, Aloy, Garry Ang, Yukatheo, Niko Junius, Ibot, Tepe, Reyna Venska, Heroe Soewarno, Ronny P. Tjandra, Malka Rafasya, dan Cellos ini akan tayang di bioskop pada 20 Agustus mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banyak Acara Internasional Digelar di Tanah Air, Qodari: Jadi Bukti Indonesia Negara yang Aman dan Nyaman
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
BPKD Lhokseumawe maksimalkan penyerapan pajak dari usaha walet
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Site Plan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas Resmi Dirilis, 18 Titik Utama Siap Layani Peserta
• 34 menit lalutvonenews.com
thumb
Serap Aspirasi Daerah, Komisi III: RUU Perampasan Aset Harus Kuat dan Berkeadilan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
OJK: Manfaat dapen sukarela telah dibayarkan capai Rp19,02 T per Mei
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.