Keputusan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep maju sebagai bakal calon legislatif DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pileg 2029 dinilai wajar memunculkan persepsi adanya “perang terbuka” dengan PDIP.
Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan persepsi itu muncul karena Dapil Jateng V selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat PDIP sekaligus menjadi daerah yang dinilai masih memiliki pengaruh politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), khususnya di Solo.
“Wajar banyak yang mengatakan ini semacam perang terbuka dengan PDIP. Apapun judulnya dapil V jateng ini kandang Banteng dapat 3 kursi DPR, ada Puan Maharani juga di dapil ini yang suaranya sangat kuat. Pada saat bersamaan, dapil ini juga diyakini jaring politik Jokowi masih kuat, khususnya Solo,” kata Adi saat dikonfirmasi, Selasa (28/7).
Adi mengatakan, keberadaan Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR Puan Maharani sebagai politikus yang merajai Dapil Jateng V membuat langkah Kaesang dipersepsikan sebagai upaya menghadapi langsung PDIP di wilayah yang selama ini menjadi lumbung suara partai berlambang banteng tersebut.
“Karena Dapil V Jateng itu salah satu basis PDIP dan ada Puan juga, maka muncul persepsi bahwa ini mau head to head dengan PDIP. Satu sisi Dapil V Jateng itu basis merah, sisi lainnya Jokowi relatif kuat khususnya di Solo,” ujarnya.
Menurut Adi, langkah Kaesang juga dapat dibaca sebagai pesan politik bahwa dirinya akan memimpin langsung pertarungan PSI pada Pemilu 2029, terutama menghadapi partai-partai besar, termasuk PDIP.
Meski demikian, Adi mengingatkan tidak semua pihak sepakat jika langkah tersebut diposisikan sebagai pertarungan langsung antara PSI dan PDIP. Sebab, PSI hingga kini belum pernah lolos ke DPR RI sehingga dinilai belum selevel dengan partai-partai besar.
“Meski pada saat bersamaan banyak pihak yang bilang bahwa tak apple to apple menghadap-hadapkan PDIP dengan PSI yang tak pernah lolos parlemen. Hanya partai penguasa seperti Gerindra atau partai besar seperti Golkar dan PKB yang dinilai layak sebagai penantang PDIP,” katanya.
Adi juga menilai terlalu jauh jika pencalonan Kaesang di Dapil Jateng V dikaitkan sebagai pertarungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Jokowi.
“Terlalu kecil mengaitkan ini sebagai pertarungan Mega dan Jokowi. Karena cuma Dapil V yang kebetulan di situ ada mbak Puan dan Kaesang. Bagi saya itu kebetulan saja,” ujarnya.
Menurut Adi, pemilihan Dapil Jateng V lebih disebabkan pertimbangan elektoral. Ia menilai Kaesang memiliki peluang memperoleh kursi DPR di dapil tersebut karena masih kuatnya pengaruh politik Jokowi di Solo, sementara PDIP juga sudah lama memiliki basis dukungan yang mengakar.
“Kebetulan paling utama karena hanya di Dapil V Jateng inilah Kaesang ada harapan bisa dapat kursi DPR karena Jokowi dinilai masih kuat di Solo khususnya. Di dapil lain Kaesang harus kerja keras. Kebetulan kedua karena di Dapil V ini sejak lama Puan dapat dukungan kuat plus PDIP yang mengakar,” kata Adi.
Di sisi lain, Adi menilai sekalipun Kaesang nantinya berhasil meraih satu kursi DPR dari Dapil Jateng V, hal itu belum tentu mengurangi perolehan suara PDIP.
“Sekalinyapun Kaesang dapat 1 kursi DPR, belum tentu suara PDIP berkurang. Jangan-jangan malah yang tergerus justeru partai lain mengingat kader Banteng terkenal solid,” tuturnya.
“Di Dapil V Jateng itu ada 8 kursi. Yang mestinya merasa terancam itu dewan suara yang perolehan suaranya paling bawah yakni dari PKB dan PAN,” pungkas dia.
Sebelumnya, Kaesang mengumumkan akan maju sebagai caleg DPR RI pada Pileg 2029. Keputusan itu disampaikan saat memberikan arahan dalam Rakorda DPD PSI Solo di Solo, Sabtu (25/7).
Kaesang akan maju melalui Dapil Jawa Tengah V yang mencakup Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo.
Dapil tersebut selama ini diisi sejumlah politikus PDIP, termasuk Puan Maharani dan Aria Bima.
Saat memberikan arahan, Kaesang meminta seluruh kader PSI memperkuat kehadiran di tengah masyarakat.
“Kader PSI harus aktif mengikuti kegiatan sosial masyarakat, mulai dari menghadiri pengajian hingga melayat ketika ada warga yang meninggal dunia. Kita datang sebagai masyarakat untuk mengucapkan duka kepada tetangga atau temannya,” kata Kaesang.
Ia kemudian menegaskan dirinya akan maju sebagai caleg DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V.
“Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum, tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah. Insya Allah saya akan membersamai seluruh kader, terkhusus di Solo karena teritori yang diberikan kepada saya hanya di Kota Solo,” kata Kaesang.
Oleh karena itu, ia akan menghadapi persaingan ketat. Dapil yang mencakup Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo itu dikenal sebagai salah satu basis kuat PDIP, dengan Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani menjadi peraih suara terbanyak pada Pileg 2024.
Berdasarkan hasil Rekapitulasi Nasional KPU pada Pileg 2024, total pengguna hak pilih di Dapil Jawa Tengah V mencapai 2.556.296 pemilih. Dari hasil tersebut, Puan memimpin perolehan suara calon legislatif dengan 297.366 suara.





