Tentara Israel mengklaim telah merusak jaringan terowongan Hamas di Jalur Gaza. Operasi pembongkaran jaringan bawah tanah ini dilakukan di sebelah timur kawasan yang disebut garis kuning di Gaza Utara.
Dilihat dari program Headline News Metro TV, Selasa, 28 Juli 2026, rekaman udara menampilkan serangan serta kondisi lorong bawah tanah, di wilayah Gaza Utara. Pihak Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyatakan mereka telah berhasil menghancurkan terowongan milik Hamas yang membentang sepanjang ratusan meter.
Penghancuran terowongan ini dilakukan oleh pasukan Brigade Gaza Utara bersama unit teknik tempur elit Yahalom, di bawah komando Divisi ke-99.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa pihaknya telah menghancurkan 83 persen jaringan terowongan Hamas di wilayah Gaza yang saat ini berada di bawah kendali IDF.
Baca Juga :
Hamas Pilih Khalil al-Hayya sebagai Pemimpin BaruSementara itu, Pasukan Israel kembali melancarkan operasi militer di wilayah pedesaan Provinsi Quneitra, Suriah, pada Minggu, 26 Juli 2026.
Dalam operasi tersebut, seorang warga sipil ditangkap setelah rumahnya digeledah, sementara pasukan Israel juga dilaporkan memasuki wilayah Provinsi Daraa.
Menurut laporan kantor berita SANA yang dikutip Anadolu Agency, sejumlah kendaraan militer Israel memasuki Desa Western Samdaniyah di bagian utara Quneitra. Pasukan kemudian menggerebek sebuah rumah, menangkap seorang warga sipil, sebelum mundur dari wilayah tersebut.
Di Provinsi Daraa, pasukan Israel dilaporkan bergerak sebelum fajar menuju Desa Maariyah dan Al-Ardah di kawasan Cekungan Yarmouk. Informasi tersebut disampaikan televisi pemerintah Suriah, Alikhbariah TV.
Hingga kini, militer Israel belum memberikan tanggapan atas laporan mengenai penyusupan maupun penangkapan tersebut.




