JAKARTA, DISWAY.ID - Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah mengatakan pemerintah sudah jalankan janji politik dan harus memperkuat implementasi lapangan.
Sedangkan penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menurutnya lebih dipengaruhi oleh lemahnya implementasi kebijakan di lapangan dibanding substansi program yang dijanjikan pemerintah.
Menurutnya, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah selama ini bersifat elitis dibanding melihat implementasinya di lapangan.
"Ini akibat ini kebijakan itu sifatnya banyak elitis. Jadi kurang implementatif kan. Jadi apa isunya kebijakan gak berdasar kajian," kata Trubus saat dihubungi, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi ini berdampak pada persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
BACA JUGA:Mulai Pekan Depan, Publik Bisa Pantau Menu MBG Secara Online
"Presiden tidak mungkin mengawasi langsung hingga ke daerah, sehingga keberhasilan program sangat bergantung pada pelaksana di bawahnya," ujarnya.
Ia mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu kebijakan yang memiliki tujuan baik, tetapi masih menghadapi persoalan tata kelola.
Menurutnya, program serupa juga diterapkan di sejumlah negara seperti India, Brasil, Jepang, hingga Amerika Serikat, namun didukung sistem pengelolaan yang lebih matang.
"MBG itu kan banyak salah tata kelola kan, yang menyebabkan jadi menurun masyarakat," tuturnya.
Ia membandingkan pelaksanaan MBG di luar negeri dengan di Indonesia. Menurutnya, MBG di luar negeri memiliki tata kelola yang bagus.
BACA JUGA:Permudah Layanan Kesehatan LANURI, BPJS Kesehatan Jalin Kerjasama dengan Kopdes Merah Putih
"Kalau di kita tata kelolanya masih berganti-ganti makanya pimpinannya berkali-kali berganti gitu," imbuhnya.
Selain MBG, ia juga menyinggung program Koperasi Merah Putih yang dinilai perlu menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap program pemerintah harus memiliki urgensi yang jelas serta mampu memberikan dampak langsung kepada penerima manfaat.
- 1
- 2
- »





