Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta pemerintah berhati-hati menentukan pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Menurut Hasto, sosok yang akan memimpin BI harus memahami stabilitas moneter dan mampu menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Hasto mengatakan independensi BI merupakan hasil reformasi sistem ekonomi pascakrisis yang harus terus dijaga. Karena itu, setiap dinamika di tubuh BI dinilai dapat memengaruhi kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
“Ya, di dalam konstruksi tata pemerintahan negara, Bank Indonesia itu lahir, ya, dari bagian reformasi sistem ekonomi kita akibat krisis, ya, pada akhir kepemimpinan Pak Harto, ketika saat itu bank sentral itu juga sarat dengan begitu banyak intervensi. Maka reformasi melahirkan Bank Indonesia yang independen. Independensi inilah yang harus dijaga,” ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).
Menurut Hasto, reaksi pasar terhadap pengunduran diri Perry menjadi sinyal yang perlu diperhatikan pemerintah. Ia menilai respons negatif pelaku pasar menunjukkan meningkatnya ketidakpastian yang harus segera diantisipasi.
“Nah, karena itulah kalau kita melihat reaksi pasar, ternyata mundurnya Gubernur Bank Indonesia itu kan direspons negatif. Ketidakpastian dianggap makin tinggi, kemudian pasar juga bereaksi negatif. Ini adalah instrumen yang harus diperhatikan oleh pemerintah, termasuk oleh DPR RI. Bahwa reaksi pasar yang negatif ini sebagai suatu instrumen yang paling jujur yang harus kita perhatikan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Karena itu, Hasto mendorong pemerintah segera mengambil langkah untuk memulihkan kepercayaan pasar agar arah pembangunan ekonomi nasional tetap terjaga.
“Maka PDI Perjuangan mendorong agar dampak dari reaksi negatif itu cepat direspons oleh pemerintah, sehingga muncul suatu rasa percaya bahwa arah pembangunan ekonomi dan politik kita itu memang saling berkomplemen satu sama lain, yang juga didukung oleh keadilan dalam supremasi hukum, sehingga terjadi playing field yang sama dan tidak ada ketidakpastian dalam dunia usaha itu bisa diperkecil,” ujar Hasto.
Ia menambahkan, pemulihan kepercayaan pelaku usaha dan investor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.
“Karena itulah PDI Perjuangan mendorong agar reaksi negatif dari pasar ini dapat dijawab dengan cepat dengan penuh rasa percaya diri agar arah ekonomi kita bisa kembali dipulihkan,” katanya.
Kriteria Pengganti PerrySaat ditanya mengenai sosok pengganti Perry, Hasto mengatakan proses pemilihannya harus mengikuti mekanisme yang berlaku.
Ia mengatakan BI merupakan lembaga independen sehingga proses pengisian jabatan gubernur akan melibatkan DPR melalui uji kelayakan dan kepatutan.
“Ya, kalau di dalam mekanisme, karena BI adalah independen, nanti mekanismenya kan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, ada fit and proper,” tutur Hasto.
Menurut Hasto, pemahaman terhadap kebijakan moneter dan tantangan ekonomi global menjadi syarat penting bagi calon Gubernur BI untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Harus dicari sosok yang betul-betul memahami aspek stabilisasi moneter kita dan bagaimana arah Bank Indonesia ke depan di dalam melihat juga ketidakstabilan perekonomian dunia,” pungkasnya.
Perry Warjiyo Mengundurkan DiriSebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI pada Senin (27/7).
Dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry.
“Kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” kata Pras.
“Kemudian, sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama mengacu pada Undang-Undang Bank Indonesia, Bapak Presiden menerima pengunduran diri Bapak Perry Warjiyo, disertai ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun memimpin Bank Indonesia,” lanjut Pras.
Perry menjabat Gubernur BI pada 24 Mei 2018. Ia kemudian dipercaya menjalani masa jabatan kedua mulai 24 Mei 2023 hingga 2028.





