Kementerian Hukum Serahkan SK Penegasan WNI ke Tujuh Warga Keturunan Filipina

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penyerahan SK tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum bagi warga yang selama ini belum memiliki status kewarganegaraan.

Kementerian Hukum Serahkan SK Penegasan WNI ke Tujuh Warga Keturunan Filipina

IDXChannel - Kementerian Hukum melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penegasan Status Warga Negara Indonesia (WNI) kepada tujuh warga keturunan Filipina atau Persons of Filipino Descent (PFDs) di Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat (24/7/2026).

Penyerahan SK tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum bagi warga yang selama ini belum memiliki status kewarganegaraan yang jelas. Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan mengakses berbagai hak dasar, seperti pendidikan, layanan kesehatan, administrasi kependudukan, hingga pekerjaan.

Baca Juga:
Menkum Akan Kaji Ulang Kenaikan Biaya Lepas Status WNI

Program penegasan kewarganegaraan ini dilaksanakan Ditjen AHU bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara serta berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Kantor Imigrasi Kota Bitung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan pemerintah daerah setempat.

Melalui program "PASTI Ada Solusi", Kementerian Hukum menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang belum memiliki dokumen kewarganegaraan, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga:
Konflik AS-Iran Memanas, Menlu Pastikan 536 Ribu WNI di Timur Tengah Aman

Program tersebut dijalankan dengan prinsip perlindungan maksimum guna memastikan setiap WNI memperoleh hak dan perlindungan hukum secara optimal.

Model penanganan serupa juga diterapkan di sejumlah wilayah perbatasan lain, seperti kawasan yang berbatasan dengan Malaysia, Papua Nugini, dan Timor-Leste.

Baca Juga:
Tarif Lepas WNI Rp5 Juta, Menkum: Enggak Ada Pengaruhnya bagi Masyarakat

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang hidup tanpa kejelasan status kewarganegaraan.

Baca Juga:
BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei Perluas Edukasi Keuangan dan Layanan Perbankan bagi WNI

Direktur Jenderal AHU, Widodo, mengatakan penegasan status kewarganegaraan merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

"Penegasan ini adalah bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum. Tanpa status kewarganegaraan yang jelas, seseorang akan kesulitan mengakses hak-hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya," kata Widodo.

Menurut dia, seluruh proses penegasan status kewarganegaraan dilakukan secara cermat dan selektif melalui verifikasi ketat antarinstansi. Proses tersebut juga diberikan tanpa dipungut biaya.

Pemerintah berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan setiap warga negara memperoleh kepastian status kewarganegaraan secara cepat, tepat, akuntabel, dan berkeadilan.

Penyerahan SK tersebut menjadi momen yang penuh haru bagi para penerima. Salah satunya dirasakan Cherry Mae Nunez Ensoy yang menerima langsung dokumen tersebut. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa kepastian status kewarganegaraan, Cherry tak kuasa menahan air mata saat menerima SK Penegasan WNI.

Hal serupa dialami Rosalinda Kahal Takabel. Ia mengaku selama ini menghadapi berbagai kesulitan akibat belum memiliki kejelasan status kewarganegaraan. Penyerahan SK tersebut menjadi jawaban atas penantian panjang yang dijalaninya bersama keluarga.

Selama bertahun-tahun, kelompok warga keturunan Filipina ini hidup tanpa dokumen kewarganegaraan yang jelas. Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan mengakses berbagai hak dasar, seperti pendidikan, layanan kesehatan, administrasi kependudukan, hingga pekerjaan.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang HUT RI Ke-81, Berikut Ini 4 Ide Lomba di Kantor yang Cocok untuk Memeriahkan Kemerdekaan
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Bentrokan di Bangkalan Berujung Penembakan, 1 Orang Terluka 2 Mobil Rusak
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemenkes Targetkan Hasil Investigasi Meninggalnya dr. Siti Zahra Maghfira Diumumkan 3 Hari Kedepan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Zodiak Paling Berani jadi Diri Sendiri dan Tidak Peduli Omongan Orang
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan pada 1 Agustus di Monas
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.