Fathan menghadirkan konsep parfum yang lahir dari interpretasi sebuah karya musik melalui Multisensory: Rembulan & Mentari. Proyek itu juga yang ia angkat menjadi tugas akhir sebagai
mahasiswa Creative and Entertainment Business SAE Indonesia.
"Karena dari basic-nya aku dari dulu memang suka wangi-wangian lah ya gitu. Jadi punya gambaran sendiri untuk warna atau untuk situasi tertentu tuh udah kebayang nih buatnya kayak gimana gitu," beber Fathan saat berbincang dengan Medcom.id, Selasa, 28 Juli 2026.
Berbekal ketertarikan tersebut, Fathan kemudian menerjemahkan musik menjadi sebuah parfum. Proses mewujudkan gagasan itu juga didukung dengan mengikuti course mengenai perfume making dan perfume business.
Fathan mengatakan ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut selaras dengan pembelajaran di konsentrasi Creative and Entertainment Business. Sehingga, konsep yang dimilikinya dapat diwujudkan menjadi produk nyata.
Baca Juga :
Unjuk Gigi Talenta Muda, 48 Mahasiswa SAE Indonesia Pamerkan Karya di THE CONTINUUM 2026Ke depan, karya akhir berupa parfum tersebut tidak hanya berhenti sebagai proyek akademik. Fathan berencana menjadikannya sebagai bagian dari riset dan pengembangan untuk membangun merek parfum miliknya sendiri.
"Project ini memang jembatan antara industri musik dan industri pengusaha lah ya. Jadi ini adalah bagian R&D-nya juga salah satunya sih. Buat nanti akhirnya bikin brand juga," tutur dia.
Karya Fathan menjadi salah satu proyek tugas akhir mahasiswa yang dipamerkan dalam THE CONTINUUM 2026 besutan SAE Indonesia. Pameran menampilkan beragam karya mahasiswa dari program Film Production, Audio Production, 3D Animation and Visual Effects, serta Creative and Entertainment Business.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)





