REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Pasukan Israel menggerebek markas besar Radio Al-Huda Quran di kota Qalqilya, Tepi Barat yang diduduki, pada Selasa (28/7/2026). Tentara Zionis menutup stasiun tersebut dan menyita peralatannya.
"Pasukan Israel dalam jumlah besar, didampingi oleh sebuah buldoser, memasuki Qalqilya sebelum menyerbu kantor stasiun tersebut," demikian menurut sumber lokal kepada Anadolu.
Baca Juga
Mengapa Iran Serang Negara-Negara Teluk Bukan Israel Langsung? Ini Versi Analis Kuwait
4 Kebijakan Israel Berikut Ini Akhiri Status Bersejarah Masjid Al-Aqsa dari Tangan Umat Islam
Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat usai Bunuh Warga Palestina
Sumber-sumber tersebut mengatakan pasukan menutup stasiun dan menyita peralatan penyiaran dan properti lainnya. Belum jelas apa yang disita atau berapa lama penutupan akan berlaku.
Militer Israel memasang pemberitahuan di pintu masuk stasiun yang menyatakan, "Asosiasi ini telah dinyatakan sebagai organisasi ilegal dan ditutup karena keterlibatannya dalam dan dukungannya terhadap terorisme."
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pasukan Israel melakukan penggerebekan hampir setiap hari di berbagai kota di Tepi Barat yang diduduki, sering melakukan penangkapan dan merusak properti Palestina.
Serangan militer dan penyerangan oleh pemukim ilegal Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki telah meningkat sejak Israel memulai perang genosida di Gaza pada Oktober 2023.
Menurut pejabat Palestina, lebih dari 1.182 warga Palestina telah tewas, sekitar 13.000 terluka, dan hampir 24.000 ditangkap di Tepi Barat selama periode tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)