Mentan perkuat kemitraan RI-Australia kembangkan pertanian modern

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperkuat kemitraan Indonesia dan Australia dalam pengembangan sistem irigasi secara modern di kawasan cetak sawah Dadahup, Kalimantan Tengah, guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan nasional.

"Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penerapan teknologi dan tata kelola air yang lebih modern," kata Mentan di Jakarta, Selasa.

Penguatan kerja sama tersebut ditegaskan dalam pertemuan bilateral secara terbatas antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Mentan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Australian Water Partnership (AWP) yang telah memfasilitasi Expert Mission di kawasan Dadahup.

Menurutnya, hasil kajian para ahli Australia semakin memperkuat keyakinan bahwa Dadahup memiliki potensi besar menjadi model pengembangan pertanian rawa modern di Indonesia.

"Hasil kajian para ahli Australia menunjukkan Dadahup memiliki potensi besar menjadi model pertanian rawa modern. Rekomendasi yang diberikan sangat sejalan dengan prioritas Indonesia dalam mempercepat peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300 dan memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Mentan.

Untuk mempercepat implementasi rekomendasi tersebut, Indonesia mendorong lima langkah strategis, yaitu pembentukan Joint Technical Working Group, penyusunan Integrated Water Management Masterplan and Roadmap Dadahup, penguatan tata kelola air berbasis petani.

Selanjutanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi digital seperti telemetry, remote sensing, dan decision support system, serta pengembangan Dadahup sebagai Indonesia–Australia Demonstration Project dan laboratorium hidup pertanian rawa modern.

Kerja sama itu merupakan kelanjutan dari kunjungan tenaga ahli Australia ke kawasan cetak sawah Dadahup pada April 2026. Wilayah tersebut menjadi fokus pemerintah dalam pengembangan lahan rawa produktif untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Selain membahas pengembangan Dadahup, pertemuan bilateral juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat perdagangan pertanian Indonesia dan Australia.

Dalam sektor peternakan, Mentan juga meminta dukungan Australia untuk menjaga ketersediaan pasokan sapi hidup ke Indonesia guna mendukung kebutuhan nasional.

Ke depan, Indonesia dan Australia sepakat memperluas kerja sama di bidang investasi, riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pupuk untuk mendukung pembangunan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengatakan Australia siap menindaklanjuti berbagai hasil pembahasan dengan Kementerian Pertanian.

Brazier juga menjelaskan laporan akhir hasil kajian para ahli Australia mengenai Dadahup telah diserahkan kepada Menteri Pertanian sebagai dasar penyusunan langkah lanjutan pengembangan kawasan.

"Kami berharap laporan ini dapat membantu Indonesia meningkatkan produktivitas kawasan Dadahup dan menjadikannya contoh pengembangan pertanian rawa modern," ujar Brazier.

Brazier berharap proses perizinan impor dapat berjalan semakin lancar sehingga perdagangan pertanian kedua negara menjadi lebih efisien dan saling menguntungkan.

Berdasarkan data tahun 2025, total perdagangan sektor pertanian Indonesia dan Australia mencapai sekitar 3,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Nilai ekspor pertanian Indonesia ke Australia mencapai sekitar 203 juta dolar AS, sedangkan impor dari Australia sekitar 3 miliar dolar AS.



Baca juga: Belajar dari negara lain cetak sawah di rawa sulfat masam

Baca juga: Kementan dorong optimalisasi lahan rawa Sumsel untuk swasembada pangan

Baca juga: Presiden minta Menteri Pertanian optimalkan lahan rawa produktif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selisih Beberapa Hari Sebelum dr. Siti Zahra Maghfira, Dokter Internship di Lampung Timur Dikabarkan Meninggal Dunia
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Topan Noul Luluhlantakkan Guangdong, Tiongkok,  Warga: “Semuanya Sudah Hilang” 
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Terborgol, Ini Kronologi hingga Dugaan Tegur Pelaku Vandalisme
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Reaksi Hasto soal Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil Puan
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Tren Sengketa Pajak Meningkat, Penyebab Ini Disebut Masih Jadi Faktor Utama
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.