Gelombang Panas Perparah Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perkiraan gelombang panas yang akan melanda Prancis dan Spanyol pekan ini berpotensi menghambat upaya pemadaman, saat sejumlah kebakaran hutan terburuk di Eropa dalam beberapa dekade masih berkobar.

Badan meteorologi Prancis memprediksi suhu bisa mencapai 40 derajat Celsius mulai Selasa (28/07).

Sementara itu, badan cuaca Spanyol, AEMET, memperkirakan potensi gelombang panas baru akan berlangsung mulai Rabu (29/07) hingga akhir pekan, dengan suhu puncak mencapai 42 derajat Celsius di wilayah timur laut dan 39 derajat di bagian tengah.

Otoritas menyebut kombinasi suhu tinggi, angin kering, dan kelembapan rendah akan mendorong risiko kebakaran ke tingkat "ekstrem", terutama karena hutan sudah sangat kering akibat gelombang panas yang berulang sepanjang tahun ini.

Ribuan petugas pemadam, dibantu pesawat pengebom air, terus berpacu menahan api sebelum suhu kembali meningkat.

Para ahli mengaitkan skala kebakaran ini dengan makin sering dan intensnya gelombang panas akibat perubahan iklim, yang membuat kondisi lebih panas dan kering sehingga kebakaran menjadi semakin destruktif.

Macron: Beberapa pekan ke depan akan berat

Di Prancis, Presiden Emmanuel Macron mengatakan salah satu kebakaran di wilayah Landes sudah berhasil dikendalikan.

Namun, kebakaran yang jauh lebih besar di dekat Bordeaux masih berlangsung setelah menghanguskan sekitar 42.000 hektare lahan, memaksa sekitar 220.000 orang mengungsi dan menghancurkan ratusan rumah.

"Beberapa pekan ke depan akan berat. Kita harus tetap bertahan," kata Macron.

Di Spanyol, kebakaran hutan di sebelah barat Madrid dan wilayah lainnya memaksa sekitar 60.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Dengan ancaman gelombang panas yang bisa memperluas penyebaran api, Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan beberapa jam ke depan akan menjadi "sangat menentukan" untuk mengendalikan kebakaran di dekat ibu kota Madrid itu.

Sejak awal tahun, sekitar 150.000 hektare lahan telah terbakar di Spanyol dan 115.000 hektare di Prancis.

Maria Angeles Canete, salah satu pemilik lokasi perkemahan di dekat Navaluenga, Madrid bagian barat, yang terdampak kebakaran terbesar dalam sejarah Spanyol, mengatakan keluarganya kehilangan segalanya.

"Tadinya kami punya tempat disini, dan semuanya hilang. Kami tidak punya apa-apa lagi," ujarnya kepada AFP.

Tantangan berat pemadaman api

Uni Eropa mengerahkan tambahan pesawat pemadam ke Prancis. Namun, Komisioner Uni Eropa Hadja Lahbib memperingatkan bahwa sumber daya semakin tertekan seiring meluasnya kondisi kebakaran ekstrem di Eropa selatan dan tengah.

"Kondisi ekstrem juga mengancam Hungaria, Slovakia, dan Republik Ceko, selain Prancis dan Semenanjung Ibera, situasinya diperkirakan memburuk, termasuk di Portugal mulai hari ini (28/07)," kata Lahbib.

Menurut otoritas Italia, kebakaran hutan di wilayah selatan Puglia memaksa ratusan wisatawan dievakuasi dari pantai dan area perkemahan.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz

Editor: Muhammad Hanafi

width="1" height="1" />




(ita/ita)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil: Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik!
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dukung UMKM Naik Kelas, Pertamina Patra Niaga Unjuk Gigi di Malang City Expo 2026
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Seruan Wali Kota New York agar Netanyahu Ditangkap: Ujian Keadilan Global
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Hwang In Youp, Aktor Korea Selatan yang Bintangi Drakor Dream to You
• 17 jam lalugrid.id
thumb
BINUS University Buka Beasiswa untuk Akademik, Atlet, hingga Kreator
• 55 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.