Prediabetes Bisa Berujung Diabetes, Hindari 10 Pantangan Ini Mulai Sekarang

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Prediabetes semakin menjadi perhatian karena jumlah penderitanya terus meningkat di berbagai negara. Sayangnya, banyak orang baru mengetahui dirinya mengalami kondisi ini setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. 

Meski belum masuk kategori diabetes tipe 2, prediabetes bukan kondisi yang boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius jika tidak segera ditangani.

Baca Juga :
Mitos atau Fakta? Diabetes Juga Bisa Berdampak Pada Penglihatan
Peringati Hari Anak Nasional, Novo Nordisk Perkuat Kolaborasi Cegah Obesitas dan Diabetes pada Anak

Kabar baiknya, perkembangan prediabetes masih bisa dicegah melalui perubahan gaya hidup. Selain rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan tidur yang cukup, pola makan menjadi salah satu faktor yang paling menentukan. 

Tak sedikit orang mengira cukup mengurangi konsumsi gula, padahal ada sejumlah makanan dan kebiasaan lain yang juga dapat memicu lonjakan gula darah. Karena itu, penting bagi penderita prediabetes untuk mengetahui berbagai pantangan agar kadar gula darah tetap terkendali.

Melansir dari Mayo Clinic, Selasa, 28 Juli 2026, berikut beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari oleh penderita prediabetes.

1. Minuman Manis

Minuman bersoda, teh manis, kopi dengan tambahan sirup, minuman energi, hingga jus buah kemasan mengandung gula yang cukup tinggi. Karena berbentuk cair, gula dalam minuman ini lebih cepat diserap tubuh sehingga dapat memicu lonjakan kadar gula darah dalam waktu singkat. Jika ingin menikmati minuman yang lebih sehat, pilih air putih, teh tanpa gula, atau kopi tanpa tambahan gula dan krimer.

2. Makanan Tinggi Gula

Kue, donat, permen, cokelat manis, es krim, dan berbagai makanan penutup memang menggugah selera. Namun, makanan tersebut umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi yang dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat.

Mengurangi konsumsi makanan manis bukan berarti tidak boleh menikmatinya sama sekali. Kuncinya adalah membatasi porsinya dan tidak menjadikannya sebagai kebiasaan sehari hari.

3. Karbohidrat Olahan

Roti putih, nasi putih, mi instan, pasta dari tepung putih, dan berbagai makanan berbahan tepung terigu termasuk karbohidrat olahan yang lebih cepat diubah menjadi glukosa oleh tubuh.

Sebagai alternatif, Anda bisa memilih karbohidrat yang lebih kaya serat, seperti beras merah, oatmeal, roti gandum utuh, atau ubi, yang membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.

Baca Juga :
Penglihatan Buram Belum Tentu Katarak, Bisa Jadi karena Pengaruh Diabetes
Tubuh Ternyata Sudah Memberi Sinyal, Ini 7 Tanda Prediabetes yang Sering Tak Disadari
Novo Nordisk Ungkap Perlunya Pendekatan Kesehatan Mental dan Fisik Bagi Pasien Skizofrenia dengan Diabetes

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemotor Wanita Tewas Terlindas Truk di Jalan Tubagus Angke Jakbar
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kelas SDN Sendangmulyo Semarang Ketiban Pohon Tumbang, Siswa Belajar Bergantian
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
KKN-PK 69 Unhas Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Tingkatkan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Macorawalie
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Desak Made tak Terbebani Target Emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Komisi III DPR Serap Aspirasi Daerah untuk Perkuat Penyusunan RUU Perampasan Aset
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.