BANYUMAS, KOMPAS.TV - Keluarga Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di dekat klinik kosong di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengaku tidak akan menuntut apa pun terkait peristiwa tersebut. Perwakilan keluarga Sutrimo, Sudiono, mengaku pihaknya sudah ikhlas.
Jenazah Sutrimo telah dimakamkan di TPU Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah pada Kamis (23/7/2026) malam atau beberapa jam setelah ditemukan meninggal dunia.
"Keluarga itu tidak akan menuntut apa pun dan sudah ikhlas, mohon didoakan saja," kata Sudiono di Banyumas, sebagaimana disiarkan KompasTV, Selasa (28/7/2026).
Sudiono menjelaskan, Sutrimo memiliki riwayat penyakit diabetes. Sehingga, keluarga mengikhlaskan dan menganggap Sutrimo meninggal karena penyakitnya.
"Sutrimo itu memiliki riwayat penyakit diabetes melitus kronis," katanya.
Baca Juga: Kesaksian Tukang Parkir soal Mayat Sutrimo Ditemukan di Klinik Kosong: Saya Lihat Berbusa
Sudiono pun mengonfirmasi Sutrimo bekerja di rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
"Sutrimo yang menjadi korban di Jakarta itu benar bekerja di rumahnya Bapak Febrie Adriansyah Jampidsus," kata dia.
Dia menyebut Sutrimo bekerja di rumah Febrie selama puluhan tahun, tetapi tidak tahu sebagai apa.
"Bekerja sebagai apa juga saya kurang tahu," ujarnya.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, Antara
- kasus kematian sutrimo
- sutrimo
- keluarga sutrimo
- febrie adriansyah
- sutrimo siapa
- sutrimo tewas





