Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan impor minyak dari Rusia akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Ia menyatakan impor tersebut dilakukan melalui skema kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G). Pembelian minyak asal Rusia itu melalui Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM.
“Tahap pertama sudah terealisasi, yang melakukan impor itu adalah pemerintah Indonesia, G2G,” kata Bahlil seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (28/7).
Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan pemerintah akan melanjutkan impor minyak dari Rusia guna menjaga kecukupan cadangan energi nasional. Langkah tersebut juga bertujuan memastikan pasokan energi dalam negeri tetap tersedia sehingga kebutuhan masyarakat dan sektor industri dapat terpenuhi.
“Ini akan terus menerus, tujuannya adalah untuk menjaga cadangan kita, jangan sampai terjadi kekurangan dan sekaligus memastikan bahwa energi dalam negeri kita bisa tersedia,” ujar Bahlil.
Bloomberg pada awal Juli lalu melaporkan bahwa 770 ribu barel crude asal Rusia telah dikirim dari Kozimo Rusia menggunakan kapal tanker Sierra pada 29 Juni. Berdasarkan data kepabeanan yang dihimpun Big Trade Data, nilai impor crude ini mencapai US$ 75 juta. Minyak tersebut dikirim ke Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Bloomberg menyebut pengiriman ke Balikpapan ini merupakan transaksi pertama yang dilakukan setelah kedua negara mencapai kesepakatan impor pada April lalu. Langkah ini menjadi indikasi bagaimana Moskow memanfaatkan konflik Iran untuk memperluas basis pelanggannya.




