Kemarau Panjang di Lampung, Lahan hingga Bangunan Makin Rawan Terbakar

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Menurunnya curah hujan dan cuaca panas selama musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun bangunan di wilayah Lampung. Dalam sepekan terakhir, petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar semak belukar, perkebunan, hingga bangunan di beberapa titik berbeda.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengatakan, petugas kembali menerima laporan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampun Selatan, pada Selasa (28/7/2026) pagi.

”Senin (27/7/2026) kemarin, kami menerima dua laporan kejadian kebakaran lahan. Pagi ini, kami mendapat satu laporan kebakaran lagi,” kata Rully saat dihubungi dari Bandar Lampung, Selasa.

Petugas pun langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api. “Petugas melakukan pemadaman api hingga tiga kali penyemprotan. Proses pemadaman berlangusng selama dua jam,” katanya.

Menurut dia, laporan kebakaran lahan maupun bangunan di wilayah Lampung Selatan memang meningkat selama musim kemarau. Dalam sepekan terakhir, terjadi tujuh kali kebakaran lahan di kabupaten tersebut. Lahan yang terbakar kebanyakan merupakan semak belukar dan kebun kosong yang sering ditinggal oleh pemiliknya.

Selain lahan dan kebun, petugas pemadam juga berjibaku memadamkan api yang membakar bangunan, baik rumah, ruko, penginapan, hingga gudang. Sepanjang Januari-Juli 2026, terjadi 59 kali kejadian kebakaran bangunan di Lampung Selatan. Dari jumlah itu, rumah menjadi bangunan yang paling banyak mengalami kebakaran.

Secara terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas MDH Zaidi mengatakan, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakarn hutan selama musim kemarau. Selain memantau titik panas melalui sistem pemantauan satelit, pihaknya juga meningkatkan patroli rutin di kawasan yang rawan terbakar.

Dari total kawasan hutan seluas 125.621 hektar, area yang rawan kebakaran hutan berada di Satuan Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Bungur. Kawasan itu rawan terbakar karena vegetasi hutan didominasi semak belukar dan hamparan padang rumput.

“Pada musim kemarau, vegetasi menjadi lebih kering sehingga api lebih mudah menyebar, terutama dipicu akvitas manusia,” kata Zaidi.   

Karena itulah, pihaknya membentuk tim pengendalian kebakaran hutan dengan melibatkan berbagai instansi. Upaya pencegahan kebakaran hutan juga terus disosialisasikan pada masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan hutan. Selama periode Januari-Juli 2026, Balai TNWK menerima tujuh laporan kejadian kebakaran di dalam kawasan hutan. Meski begitu, luas area yang terbakar tidak dirinci.

Baca JugaKebakaran Hutan di TNWK Diduga Ulah Pemburu Liar
Kebakaran bangunan

Tak hanya lahan dan hutan, kebakaran juga melanda sejumlah bangunan di Lampung. Di Kabupaten Pesisir Barat, kebakaran melanda sebuah penginapan yang berada di pekon Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Senin (27/7/2026) malam. Api menghanguskan empat kamar dan satu ruangan lain di losmen tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pesisir Barat Iptu Meidy Hariyanto mengatakan, api pertama kali muncul dari salah satu ruangan sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas keamanan dan karyawan penginapan lantas menghubungi petugas pemadam untuk meminta bantuan.

Beberapa saat kemudian, petugas memadamkan api selama sekitar dua jam. Warga sekitar juga membantu memadamkan api secara manual.  

Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Meski demikian, kerugian materil akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 500 juta. Selain bangunan, kebakaran juga menghanguskan dokumen penting, di antaranya dua paspor milik wisatawan mancanegara yang menginap di lokasi. Tak hanya itu, uang tunai milik pemilik maupun tamu hotel juga ludes terbakar.

Kebakaran juga melanda sebuah ruko yang berada di pingir Jalan Kimaja, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, pada Selasa. Api menghanguskan bangunan yang selama ini digunakan sebagai tempat usaha perbaikan alat-alat elektronik.

Analis dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Muhammad Faresha Revanza mengatakan, seluruh wilayah Lampung masuk dalam zona rawan bencana dengan tingah menengah hingga tinggi. Kebakaran lahan dan bangunan terjadi cukup instens di beberapa wilayah dalam sebulan terakhir.

“Kebakaran lahan di Lampung diduga dipicu olah aktivitas pembukaan lahan hingga faktor kelalaian manusia saat membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di pinggir jalan,” kata Faresha di Bandar Lampung, pada Senin (27/7/2026).

Dia mengatakan, musim kemarau dan fenomena El Nino membuat curah hujan di wilayah Lampung menurun dalam beberapa bulan terakhir. Cauca panas juga juga membuat area perkebunan maupun semak belukar dalam kondisi kering sehingga mudah terbakar saat ada percikan api.

“Fenomena El Nino ini diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan sehingga kondisi lingkungan akan makin kering lagi. Ini yang perlu diantisipasi,” ujarnya.

Sejauh ini, BPBD Lampung bersama instansi terkait sudah menyiapkan berbagai langkah stratagis dalam menangani kebakaran lahan di wilayah Lampung. Salah satunya dengan menyiapkan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di beberapa lokasi yang rawan bencana, termasuk memastikan ketersediaan sumber air untuk pemadaman api.  

Pemantauan titik panas melalui satelit dapat menjadi salah satu indikator untuk memetakan wilayah yang berpotensi menjadi titik kebakaran. Petugas kemudian akan melakukan pengecekan ke lokasi. Saat menemukan kemunculan api, upaya pemadaman akan dilakukan oleh dinas pemadam kebakaran bersama BPBD kabupaten di masing-masing wilayah.

Baca JugaKebakaran Lahan di Lampung Dipicu Pembukaan Kebun hingga Puntung Rokok


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dasco Pertemukan Hotman Paris dan Ketum PWI, Bicara Persatuan
• 10 jam laludetik.com
thumb
Pemotor Wanita Tewas Terlindas Truk di Jalan Tubagus Angke Jakbar
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Potret Tornado Ganas Menerjang, Kota Luluh Lantak Seketika
• 57 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Pengusaha Depot Air Minum Mohon Simak, Kemendag Larang Lakukan Ini
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.