Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, resmi dihentikan.
Hal itu diambil melalui kesepakatan bersama keluarga korban setelah mempertimbangkan efektivitas operasi di lapangan.
Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7), Syafii menjelaskan bahwa kondisi pencarian saat ini sudah dianggap tidak lagi membuahkan hasil yang signifikan.
"Dengan kemampuan kita bersama potensi, beberapa korban memang statusnya dinyatakan hilang dan itu pun keputusan diambil bersama karena memang sudah dinyatakan tidak efektif untuk operasi dilaksanakan," ujar Mohammad Syafii.
Ia menambahkan bahwa penghentian ini merupakan hasil dialog transparan dengan pihak keluarga yang anggotanya masih belum ditemukan.
Kendati demikian, Basarnas menegaskan tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengerahkan personel jika muncul indikasi atau temuan baru terkait para korban.
"Namun, kalau ada tanda-tanda tentunya kita akan membuka operasi lagi untuk melaksanakan operasi lanjutan," tegas Syafii.
KM Nurul Salsa sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar pada 15 Juli 2026.
Merespons musibah tersebut, tim SAR gabungan telah melaksanakan operasi pencarian selama tujuh hari masa reguler, yang kemudian ditambah dengan masa perpanjangan selama tiga hari.
Total durasi operasi mencapai 10 hari hingga akhirnya diputuskan untuk ditutup secara resmi berdasarkan hasil evaluasi pada 24 Juli 2026.
Berdasarkan data akhir dari Basarnas, total sebanyak 58 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sementara itu, empat orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan 14 orang lainnya hingga saat ini masih dinyatakan hilang. (ant/dpi)




