Sebanyak 447.705 murid dari 4.073 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur akan mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) tahun 2026.
Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim memastikan, persiapan Jatim dalam menghadapi pelaksanaan TKA 2026 sudah matang, termasuk telah menyusun strategi peningkatan kualitas pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi TKA tahun lalu.
“Beberapa waktu lalu kami telah mengevaluasi hasil TKA 2025. Perbaikan difokuskan pada kompetensi yang masih perlu ditingkatkan, khususnya Bahasa Indonesia dan literasi serta Matematika dan numerasi. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat faktor-faktor pendukung pembelajaran,” kata Aries pada Selasa (28/7/2026).
Aries mengatakan, TKA merupakan instrumen untuk mengukur capaian kompetensi akademik murid yang meliputi tiga indikator utama, yakni literasi, numerasi, dan penalaran.
“Hasilnya akan menjadi dasar pengendalian sekaligus penjaminan mutu pendidikan di Jatim,” ucapnya.
Aries menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan capaian TKA, seperti melakukan analisis Higher Order Thinking Skills (HOTS), penguatan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop, pemanfaatan teknologi digital, hingga program TKA Clinic bagi sekolah dengan capaian rendah.
Selain itu, Dinas Pendidikan Jatim juga mengembangkan Jatim Learning Digital Vault, platform pembelajaran digital yang menyediakan video pembelajaran, bank soal, dan modul interaktif yang dapat diakses seluruh guru dan murid di Jawa Timur.
“Kami juga mereplikasi praktik baik dari sekolah-sekolah unggulan ke sekolah yang hasil TKA-nya masih memerlukan intervensi, serta memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui Learning Management System tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, guru juga punya peran penting sebagai aktivator, pembangun budaya belajar, sekaligus kolaborator yang memberikan umpan balik kepada murid agar mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi, dan memperbaiki proses belajarnya
Dinas Pendidikan akan terus mengoptimalkan penggunaan teknologi pembelajaran, termasuk papan digital interaktif, dengan pendampingan melalui pengawas pembina di setiap satuan pendidikan.
“Agar kualitas proses belajar mengajar meningkat dan berdampak pada capaian TKA ke depan,” ucapnya.
Seperti diketahui, jadwal pendaftaran peserta TKA dan AN berlangsung pada 27 Juli – 27 September 2026. Sedangkan simulasi dijadwalkan pada 21 – 27 September 2026, kemudian akan dilanjut dengan gladi bersih pada 5 – 18 Oktober 2026.
Sementara pelaksanaan TKA dan AN akan digelar secara bertahap pada 26 Oktober – 8 November 2026, sedangkan pelaksanaan susulan berlangsung pada 16 – 29 November 2026. (ris/saf/ipg)




