Kemenkop dan GREAT Institute Dorong Reaktualisasi Pasal 33 UUD 1945, Koperasi Jadi Pintu Kedaulatan Ekonomi

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - GREAT Institute menggandeng Kementerian Koperasi menggelar seminar yang mengangkat tema "Reaktualisasi Pasal 33 UUD 1945" di Jakarta, pada Selasa (28/7/2026)

Kegiatan tersebut juga masih dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79 yang diperingati pada 12 Juli 2026. Tema yang diangkat juga merupakan upaya memperkuat koperasi menjadi pilar kedaulatan sekaligus kemandirian ekonomi nasional.

Seminar diawali dengan orasi kebangsaan Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, yang memaparkan paradigma ekonomi Presiden Prabowo Subianto kepada para peserta.

Menurutnya, konsep Prabowonomics merupakan paradigma baru yang dapat menjadi jawaban atas berbagai tantangan ekonomi nasional, mulai dari dinamika geopolitik, ketergantungan terhadap neoliberalisme, hingga ancaman oligarki.

"Kami mencoba menjelaskan bahwa cita-cita Presiden dalam membangun perekonomian bangsa tidak dapat dilepaskan dari program-program yang menyentuh kedaulatan rakyat secara utuh, salah satunya melalui reaktualisasi Pasal 33 UUD 1945 melalui penguatan koperasi," ujar Syahganda.

Pada sesi berikutnya, seminar menghadirkan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Ferry menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat koperasi sesuai amanat konstitusi dan cita-cita para pendiri bangsa.

"Sejarah telah menjelaskan bahwa koperasi hadir bukan tanpa alasan. Melalui perjuangan dan pandangan para founding fathers Indonesia, koperasi hadir untuk menjadi jawaban sekaligus agen pembangunan dalam mewujudkan masyarakat yang berdaulat," tutur Ferry.

Ferry berharap paradigma ekonomi yang diusung Presiden Prabowo mampu melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa secara optimal.

Menurutnya, reaktualisasi Pasal 33 UUD 1945 hanya dapat terwujud melalui dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Seminar juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, yakni Ketua Umum APKASI sekaligus Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Staf Khusus Menteri Keuangan sekaligus Dewan Penasehat GREAT Institute Hendry Harmen, Staf Ahli Menteri Hukum Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Penguatan Reformasi Birokrasi Dr. Sucipto, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Taman Martani Mawardi, serta Direktur Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat Dr. Anas Al-Hifni.

Dalam diskusi yang dipandu Trisha Indraswari, para narasumber menilai koperasi memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Ranking BWF, Sektor Ganda Putri: Ana/Trias Turun Peringkat, Rachel/Febi jadi Pasangan Indonesia Terbaik
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Mentan Pastikan Ancaman El Nino Godzilla Tak Ganggu Stok Pangan Nasional
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Viral Istri Menangis Histeris usai Babak Belur Dianiaya Suami di Asahan
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
OC Kaligis: Penetapan Tersangka Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Tidak Sah
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Mengenali Orang dengan Kepercayaan Diri Tinggi dari Sikapnya Sehari-hari
• 9 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.