Bertemu Megawati, Deputi PM Kamboja Tertarik untuk Terapkan Ideologi Pancasila Kepada Warga Dunia

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many mendatangi kediaman Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).

Hun dalam pertemuan dengan Megawati mengapresiasi Pancasila.

BACA JUGA: Versi Hasto, Kekerasan Atas Nama Negara Akibat Sejarah dan Pancasila yang Dilupakan

Dia mendukung ideologi Indonesia itu untuk diterapkan kepada warga dunia sehingga tercapai keharmonisan sesama bangsa.

"Saya tertarik dengan ideologi Pancasila dan ingin mendapat pelajaran bagaimana ideologi Pancasila bisa dipertahankan dan diterapkan di Indonesia," kata Hun Many saat membuka perbincangan dengan Megawati.

BACA JUGA: Seusai Resmikan Monumen, Megawati Pimpin Prosesi Tabur Bunga untuk Korban Kudatuli

Merespons hal itu, Megawati membagikan kertas yang berisikan lima butir Pancasila ke delegasi Kamboja.

"Saya sering diundang berbicara di forum internasional dan saya memperkenalkan ideologi Pancasila. Termasuk di Forum Zayed Award di Abu Dhabi," kata Wapres kedelapan RI itu.

BACA JUGA: Megawati dan Prananda Pimpin Peresmian Monumen Peringatan 30 Tahun Tragedi Kudatuli

Megawati memberikan penjelasan cukup panjang soal ideologi Pancasila.

Tampak Hun Many dan delegasi pun menyimak dengan serius.

Megawati kemudian bernostalgia dengan menceritakan pertemuannya dengan Raja Norodom Sihanouk dan PM Kamboja saat itu yqng juga ayah Hun Many, Hun Sen.

"Saya sedih setiap kali teringat Kamboja karena begitu banyak penderitaan masyarakat Kamboja di masa pemerintahan Khmer Merah," kenang Megawati.

Dalam pembicaraan lain, Deputi PM Kamboja menyampaikan apresiasi atas peran penting Indonesia untuk mengakhiri perang saudara di Kamboja melalui Jakarta Informal Meeting 1 pada Juli 1988 dan Jakarta Informal Meeting 2 pada Februari 1989.

Usaha itu terus dilanjutkan dengan Perjanjian Perdamaian Paris pada 1991 yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas.

Megawati kemudian mengaku sudah cukup lama tidak bertemu dengan Hun Sen.

Terakhir berdasarkan catatan, pada Desember 2010.

Putri Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu sempat bertanya umur Hun Sen saat ini kepada sang anak Hun Many.

"Beliau pada 5 Agustus mendatang berumur 74 tahun," jawab Hun Many.

Megawati kemudian tersenyum, lalu berbicara usia saat ini 80 dan bahagia bisa bertemu dengan anak Hun Sen.

"Oh lebih muda dari saya. Saya tahun depan 80 tahun. Senang sekali bisa bertemu dengan Deputi PM Kamboja," ujar Megawati.

Hun Many pun berjanji akan meneruskan isi pembicaraan dan salam hangat Megawati kepada sang ayah, Hun Sen.

Hun Many hadir bersama Duta Besar Kamboja untuk Indonesia, Tean Samnang dan rombongan.

Sementara Megawati didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, Mr. Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP bidang pendidikan dan kebudayaan, Puti Guntur Soekarno, Anggota DPR RI Hendra Rahtomo serta Dewan Pakar Strategi Hubungan Luar Negeri Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Darmansjah Djumala.(ast/jpnn)


Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anthropic Bantah Dorong Pelarangan Model AI Terbuka
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Terbitkan Perpres Pembentukan Tujuh Kejari Baru
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
MAKI tagih komitmen KPK jelang setahun penetapan tersangka CSR BI-OJK
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Erick Thohir: Indonesia dan Hong Kong Disiapkan Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
AHY Dorong Pengembangan Ekonomi Aglomerasi Jabar-Jateng
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.