Kabar Baik, Jembatan Musi V Lulus Uji Laik, Tol Palembang-Betung Siap Beroperasi

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, PALEMBANG - Pembangunan Tol Palembang-Betung memasuki tahapan penting.

Jembatan Musi V yang menjadi salah satu struktur utama ruas tol tersebut resmi dinyatakan laik fungsi setelah Hutama Karya mengantongi Sertifikat Persetujuan Lain Fungsi (PLF) Struktur Jembatan Musi V dari Kementerian Pekerjaan Umum. 

BACA JUGA: Tanpa Label Musik, Jorden Smith Jadi Jembatan Musisi Indie Indonesia ke Dunia

Sertifikat tersebut diserahkan oleh Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus sekaligus Koordinator Sekretariat Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Armen Adekristi kepada Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan di Jakarta. 

Terbitnya sertifikat itu menjadi salah satu tahapan penting menuju penyelesaian dan pengoperasian Tol Palembang-Betung yang ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2026.

BACA JUGA: Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi Jembatan Musi V

Sebelumnya, Jembatan Musi V menjalani serangkaian evaluasi teknis dan keselamatan oleh KKJTJ.

Pemeriksaan tersebut mencakup pengujian beban statistik dan dinamik hingga evaluasi terhadap kekuatan serta keamanan struktur. 

BACA JUGA: Hutama Karya Targetkan Fungsional Tol Palembang-Betung & Uji Laik Jembatan Musi V

Hasil evaluasi memastikan struktur jembatan memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan sehingga dinyatakan laik untuk difungsikan. 

"Jembatan Musi V merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional. Berdasarkan hasil pengujian dan evaluasi, seluruh aspek teknis, keamanan, serta kekuatan struktur telah memenuhi persyaratan sehingga dinyatakan laik fungsi," ujar Armen, Selasa (28/7/2026). 

Tak hanya lulus uji kelayakan, Jembatan Musi V juga dipersiapkan dengan sistem pemantauan kondisi struktur.

Sensor yang terpasang terintegrasi dengan dashboard monitoring, sehingga kondisi jembatan dapat dipantau secara real time. 

"Ke depan, sistem tersebut akan diperkuat dengan command center terpusat untuk mendukung pemantauan dan pemeliharaan jembatan secara berkala," ungkap Armen. 

Armen mengatakan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2022, pengelola berkewajiban melakukan pemantauan dan pemeliharaan jembatan secara berkala serta menyampaikan laporan tahunan. 

Di sisi lain, Hutama Karya memastikan pembangunan Tol Palembang-Betung terus dikebut agar target operasional pada akhir tahun dapat tercapai. 

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sangat baik dari Hutama Karya dan seluruh pihak terkait sehingga Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V dapat diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku," tambah Armen.

Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pekerjaan Umum, Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan, serta Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus selama proses pembangunan hingga penerbitan sertifikat.

"Sejak proyek ini dilanjutkan oleh Hutama Karya pada tahun 2024, kami berkomitmen menyelesaikannya sesuai target. Alhamdulillah, struktur jembatan berhasil diselesaikan pada akhir tahun lalu dan telah difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru maupun Idulfitri untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas," ujar Iwan.

Iwan menambahkan Tol Palembang–Betung merupakan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat karena mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas di Sumatra Selatan.

"Dalam pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung terdapat dua pekerjaan paling krusial, yaitu Jembatan Musi V dan vacuum consolidation.  Berkat kolaborasi seluruh pihak, kedua tantangan tersebut berhasil kami selesaikan dengan baik.," ungkapnya.

 "Kami optimistis Jalan Tol Palembang–Betung dapat dioperasikan sesuai target pada akhir tahun ini sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat," sambung Iwan.

Jembatan Musi V merupakan jembatan bertipe Balanced Cantilever Concrete Box Girder dengan panjang bentang 380 meter (100 meter + 180 meter + 100 meter) yang melintasi Sungai Musi di Provinsi Sumatra Selatan dan menjadi salah satu struktur utama pada Jalan Tol Palembang–Betung. 

Ruas tol sepanjang 69,19 kilometer tersebut terbagi menjadi tiga seksi, yakni Seksi 1 Palembang–Rengas sepanjang 21,50 kilometer, Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33,00 kilometer, dan Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,69 kilometer.

Hingga saat ini, progres konstruksi ruas telah mencapai 85,54 persen, sementara progres pengadaan lahan mencapai 88,43 persen. 

Hutama Karya berkomitmen menuntaskan pembangunan Tol Palembang–Betung sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan, dan kepatuhan terhadap seluruh standar teknis guna memperkuat konektivitas Tol Trans Sumatra serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra Selatan. (mcr35/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mudik Lebaran 2026: Tol Palembang-Betung Siap Dibuka Fungsional


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Cuci Hati


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BTN Buka 2 Posisi IT, Ini Persyaratan dan Kualifikasi yang Dibutuhkan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jetour T2 Dilengkapi Teknologi i-DM, Meluncur di GIIAS 2026
• 31 menit lalumedcom.id
thumb
Perry Warjiyo Mundur, Komisi XI DPR Minta Gubernur BI Baru Jaga Kredibilitas dan Independensi
• 9 jam laludisway.id
thumb
Kasus Dana Hibah Jatim, Anggota DPRD Moch Mahrus Ditahan KPK
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Efisiensi Anggaran Menekan Hotel di Jakarta, Ritel Bertahan Lewat Promo
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.